55tv.co.id – Kabar mengejutkan datang dari Nusa Tenggara Timur pasca gempa bumi dahsyat. Meskipun enam bandar udara di wilayah Flores dan sekitarnya mengalami kerusakan signifikan, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan operasional penerbangan tetap berjalan normal tanpa hambatan berarti. Situasi ini menunjukkan kesigapan otoritas dalam menjaga konektivitas udara di tengah bencana.

Related Post
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub mencatat enam fasilitas vital transportasi udara tercatat mengalami dampak kerusakan. Bandara-bandara tersebut meliputi Bandara Komodo Labuan Bajo, Bandara H. Hasan Aroeboesman Ende, Bandara Umbu Mehang Kunda Waingapu, Bandara Frans Sales Lega Ruteng, Bandara Fransiskus Xaverius Seda Maumere, serta Bandara Soa Bajawa.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, menegaskan bahwa tidak ada satu pun bandara yang ditutup pasca gempa. Seluruhnya tetap beroperasi penuh, siap melayani penerbangan dengan prioritas utama pada keselamatan dan keamanan penumpang serta awak pesawat.
"Kami memastikan seluruh bandara di Flores dan sekitarnya tetap beroperasi normal. Aspek keselamatan menjadi prioritas utama," ujar Lukman dalam keterangan resminya, Selasa 18 Agustus 2026.
Secara rinci, Bandara Komodo Labuan Bajo melaporkan kerusakan pada bagian plafon terminal dan stasiun pemadam kebakaran. Selain itu, retakan dinding gedung administrasi serta retakan memanjang di area fillet Taxiway A juga ditemukan. Langkah pembersihan segera dilakukan, memastikan penerbangan dari dan menuju Labuan Bajo tetap lancar.
Sementara itu, Bandara H. Hasan Aroeboesman di Ende juga tak luput dari dampak, dengan plafon terminal yang rusak serta retakan pada dinding gedung PKP-PK dan struktur menara pengawas. Untuk menjamin kelancaran komunikasi lalu lintas udara, sistem dialihkan ke Watchroom Gedung PKP-PK melalui skema rencana kontingensi yang telah disiapkan. Langkah cepat ini membuktikan komitmen Kemenhub dalam menjaga layanan penerbangan tetap optimal.










Tinggalkan komentar