55tv.co.id – Pulau Dewata kembali menjadi pusat perhatian global. Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali menjadi saksi bisu pertemuan penting delegasi dari lebih dari 70 negara dalam hajatan akbar Pekan Harmoni Bali 2026. Acara yang berlangsung meriah pada 2 hingga 7 September 2026 ini mengupas tuntas berbagai isu krusial, mulai dari lonjakan kecerdasan buatan (AI) hingga peluang investasi dan pembangunan berkelanjutan.

Related Post
Forum diskusi tingkat tinggi ini dihadiri oleh perwakilan dari beragam latar belakang, termasuk pejabat pemerintah, pimpinan perusahaan teknologi terkemuka, akademisi, pegiat masyarakat sipil, hingga komunitas lokal. Salah satu agenda utama yang paling dinanti adalah Dialog Harmoni Bali, yang digelar pada 3 September 2026 di kampus United In Diversity (UID) Bali, masih dalam kompleks KEK Kura Kura Bali.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Stella Christie, menyoroti peran strategis negara berkembang. Ia memaparkan visi agar negara-negara ini tidak lagi sekadar menjadi pengguna pasif teknologi. Sebaliknya, mereka didorong untuk bertransformasi menjadi arsitek aktif yang turut merancang tata kelola dan riset AI di panggung global.
Menurut Prof. Christie, pesatnya perkembangan AI tidak hanya membawa kemajuan, tetapi juga menciptakan jurang pemisah dalam penguasaan teknologi antarnegara. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya strategi yang matang bagi negara berkembang agar tidak terus-menerus berada di posisi sebagai konsumen produk teknologi yang dikembangkan oleh negara-negara maju.
Kehadiran Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, menambah bobot diskusi. Selain itu, forum ini juga secara khusus menyoroti peran vital generasi muda dan kearifan lokal dalam membentuk etika teknologi yang bertanggung jawab di tengah gempuran perkembangan AI yang kian pesat.










Tinggalkan komentar