• Terungkap! Paylater Jadi Primadona Baru, Nilai Transaksi Bikin Geleng Kepala!
  • Dompet Digital Makin Panas! Paylater Tumbuh Gila-gilaan, Apa Rahasianya?
  • Gambar Istimewa : img.okezone.com
  • Jangan Kaget! Utang Paylater Anak Muda Meledak, Tembus Angka Fantastis!
  • Tren Belanja Berubah? Paylater Jadi Andalan, Ekonomi Indonesia Bakal Terbang?
  • Paylater Menggila! Kemudahan Bikin Candu, Awas Terjebak Utang Menggunung!
  • 55 NEWS – Jakarta, Industri keuangan Indonesia kembali mencatat fenomena menarik. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan bahwa layanan Buy Now Pay Later (BNPL) atau yang lebih dikenal dengan paylater, mengalami pertumbuhan yang sangat signifikan. Hingga Juni 2025, total kredit paylater yang beredar di masyarakat mencapai angka Rp22,99 triliun, melonjak 29,75% dibandingkan periode sebelumnya.

    COLLABMEDIANET

    Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, mengungkapkan bahwa pertumbuhan pesat ini menjadikan paylater sebagai kontributor penting dalam total kredit perbankan, menyumbang sekitar 0,29%. Jumlah pengguna layanan ini pun terus bertambah, mencapai 26,96 juta rekening, naik dari 24,79 juta rekening pada Mei 2025.

    Dian menambahkan, optimisme terhadap prospek ekonomi Indonesia dan sektor perbankan didukung oleh berbagai faktor positif. Kesepakatan tarif impor antara AS dan Indonesia, penurunan suku bunga BI, percepatan belanja pemerintah, serta program-program pemerintah lainnya diyakini akan mendorong penyaluran kredit, menjaga stabilitas harga pangan, dan meningkatkan daya beli masyarakat.

    Program-program pemerintah seperti Koperasi Merah Putih (KMP) yang didukung pendanaan pemerintah, Program Tiga Juta Rumah, dan Makan Bergizi Gratis (MBG), membuka peluang besar bagi perbankan untuk mengembangkan bisnis dan memperluas pembiayaan, termasuk melalui skema kredit konsumsi seperti paylater.

    Secara keseluruhan, kinerja intermediasi perbankan nasional tetap stabil dengan profil risiko yang terjaga. Kredit perbankan tumbuh 7,77% (yoy) pada Juni 2025, mencapai Rp8.059,79 triliun. Kredit investasi mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 12,53%, diikuti oleh kredit konsumsi sebesar 8,49%, dan kredit modal kerja sebesar 4,45%. Fenomena paylater ini menjadi indikasi perubahan perilaku konsumen dan potensi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia. Masyarakat perlu bijak dalam memanfaatkan kemudahan ini agar tidak terjebak dalam masalah keuangan di kemudian hari.

    Editor: Akbar soaks

    Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

    Tags:

    Ikutikami :

    Tinggalkan komentar