55 NEWS – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia memperkuat komitmennya dalam menjaga kelestarian ekosistem laut melalui kolaborasi internasional. Langkah strategis ini diwujudkan melalui program Joint Marine Spatial Planning (MSP) Teluk Balikpapan yang melibatkan Universitas Xiamen, Republik Rakyat Tiongkok.

Related Post
Direktur Perencanaan Ruang Perairan Ditjen PRL, Abdi Tunggal Priyanto, mengungkapkan bahwa inisiatif bersama ini bertujuan untuk menciptakan Teluk Balikpapan yang resilien, terkendali, dan berkelanjutan. Keseimbangan antara pelestarian ekosistem dan pembangunan ekonomi yang produktif serta modern menjadi fokus utama dalam kerjasama ini.

"Saat ini, alokasi ruang di Teluk Balikpapan didominasi oleh ekosistem mangrove, permukiman nelayan, jalur pelayaran, dan habitat Pesut yang terancam punah. Pembangunan yang tidak terencana dapat memicu konflik tata ruang, dampak sosial, serta masalah lingkungan," ujar Abdi dalam keterangan resminya di Jakarta, Sabtu (22/11/2025).
Kerja sama dengan Universitas Xiamen diharapkan dapat memberikan masukan teknis yang berharga dalam proses revisi Perda Provinsi Kalimantan Timur Nomor 1 Tahun 2023. Selain itu, hasil kolaborasi ini akan diintegrasikan ke dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN).
KKP menyadari tantangan besar yang dihadapi, seperti degradasi ekosistem, penangkapan ikan berlebihan, dan konflik pemanfaatan ruang. Oleh karena itu, perencanaan tata ruang laut menjadi fondasi utama dengan lima pilar kunci: keberlanjutan lingkungan, produktivitas ekonomi, inklusivitas sosial, penguatan berbasis sains, dan ketahanan iklim.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar