Kejutan 2026! Pemerintah Siapkan Jurus Ampuh Dongkrak Industri Otomotif, Mobil Hybrid Kebagian Untung?

Kejutan 2026! Pemerintah Siapkan Jurus Ampuh Dongkrak Industri Otomotif, Mobil Hybrid Kebagian Untung?

55 NEWS – Industri otomotif nasional diprediksi akan kembali menggeliat di tahun 2026. Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan, pemerintah tengah menyiapkan serangkaian insentif untuk mendongkrak sektor ini, yang memiliki efek berganda (multiplier effect) signifikan terhadap perekonomian nasional.

COLLABMEDIANET

Fokus utama dari kebijakan ini adalah menjaga stabilitas tenaga kerja di sektor otomotif, mencegah pemutusan hubungan kerja (PHK), serta menciptakan lapangan kerja baru. Selain itu, insentif ini juga bertujuan untuk menjaga iklim investasi yang kondusif bagi para pelaku industri otomotif di Indonesia.

 Kejutan 2026! Pemerintah Siapkan Jurus Ampuh Dongkrak Industri Otomotif, Mobil Hybrid Kebagian Untung?
Gambar Istimewa : img.okezone.com

"Kemenperin sedang merumuskan usulan yang akan diajukan kepada pemerintah, melalui Menko Ekon. Kami sedang menggodok kebijakan insentif dan stimulus untuk sektor otomotif yang akan kami ajukan untuk kebijakan fiskal 2026," ujar Agus, seperti dikutip dari 55tv.co.id, Senin (24/11/2025).

Salah satu poin penting yang menjadi sorotan adalah kelanjutan insentif untuk mobil hybrid atau Hybrid Electric Vehicle (HEV). Saat ini, HEV mendapatkan diskon Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) sebesar 3%, yang akan berakhir pada akhir tahun ini. Banyak pihak menilai, insentif ini masih jauh lebih kecil dibandingkan insentif untuk mobil listrik berbasis baterai (Battery Electric Vehicle/BEV).

Sebagai perbandingan, BEV mendapatkan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar 10% dan PPnBM 0% untuk produksi lokal. Bahkan, BEV juga dibebaskan dari pajak daerah seperti Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB).

Kondisi ini menciptakan ketimpangan yang cukup signifikan dalam struktur perpajakan otomotif. Oleh karena itu, pemerintah didorong untuk mengevaluasi kembali kebijakan insentif yang ada, guna menciptakan persaingan yang lebih adil dan merangsang pertumbuhan seluruh segmen industri otomotif, termasuk HEV dan mobil dengan mesin pembakaran internal (ICE).

Meskipun penjualan mobil domestik mengalami penurunan sebesar 10,6% per Oktober 2025, pemerintah optimis bahwa dengan kebijakan insentif yang tepat, industri otomotif dapat kembali bangkit dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar