55 NEWS – Perum Bulog kembali menyuntikkan optimisme ke pasar komoditas pangan, khususnya di Ibu Kota. Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal, secara tegas memastikan bahwa ketersediaan beras di DKI Jakarta berada dalam kondisi yang sangat aman dan stabil. Data terbaru menunjukkan, cadangan beras di wilayah metropolitan ini telah menembus angka fantastis 290 ribu ton, sebuah capaian yang diharapkan mampu meredakan segala kekhawatiran masyarakat akan potensi kelangkaan pasokan.

Related Post
"Untuk wilayah DKI Jakarta, total stok beras yang kami kelola saat ini mencapai 290 ribu ton. Angka ini adalah jaminan bagi seluruh warga Ibu Kota. Jadi, masyarakat Jakarta tidak perlu lagi cemas atau takut akan kekurangan beras, karena stok kita sangat melimpah," ujar Rizal dalam keterangan resmi yang dikutip oleh 55tv.co.id pada Selasa (30/12/2025). Pernyataan ini sekaligus menjadi sinyal kuat akan ketahanan pangan regional yang semakin kokoh.

Ekspansi jaminan ketersediaan pangan tidak hanya terbatas pada skala daerah. Rizal juga memaparkan kondisi cadangan beras di tingkat nasional yang tak kalah impresif. Saat ini, stok beras nasional tercatat berada di kisaran 3,35 juta ton. Jumlah masif ini merupakan bantalan strategis yang krusial untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga beras di seluruh wilayah Indonesia, mengantisipasi berbagai dinamika pasar dan potensi gejolak.
"Secara nasional, cadangan beras kita saat ini sudah mencapai 3,35 juta ton, atau tepatnya 3 juta 350 ribu ton. Angka ini memberikan ruang gerak yang sangat luas bagi pemerintah untuk melakukan intervensi pasar jika diperlukan, demi menjaga harga tetap stabil dan terjangkau bagi masyarakat," tegas Rizal, menyoroti kapasitas Bulog dalam mengelola stok pangan strategis.
Lebih lanjut, Rizal menjelaskan bahwa pemerintah, melalui Bulog bersama dengan Menko Pangan dan Menteri Pertanian, terus mengintensifkan pemantauan langsung ke berbagai sentra produksi dan distribusi pangan di sejumlah daerah. Dalam beberapa waktu terakhir, tim telah melakukan kunjungan kerja ke wilayah-wilayah kunci seperti Surabaya, Papua, Lampung, hingga Bandung, guna mendapatkan gambaran riil kondisi lapangan.
Hasil dari serangkaian pemantauan tersebut menunjukkan kondisi yang relatif kondusif. Khususnya di Bandung, Rizal melaporkan bahwa harga-harga komoditas pangan di pasar-pasar lokal terpantau stabil, tanpa adanya gejolak berarti yang dapat memicu inflasi atau kekhawatiran di kalangan konsumen maupun pelaku usaha. Situasi ini memperkuat keyakinan akan strategi ketahanan pangan nasional yang semakin efektif dalam menghadapi tantangan ekonomi.
Editor: Akbar soaks




Tinggalkan komentar