GEGER! Kadin Peringatkan Dunia: Dominasi Mineral China Picu ‘Jalan Pintas’ AS, Akankah Ekonomi Global Terjerumus ke Jurang Ketidakpastian?

GEGER! Kadin Peringatkan Dunia: Dominasi Mineral China Picu 'Jalan Pintas' AS, Akankah Ekonomi Global Terjerumus ke Jurang Ketidakpastian?

55 NEWS – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyuarakan kekhawatiran mendalam terkait eskalasi dinamika geopolitik global. Ketua Umum Kadin, Anindya Novyan Bakrie, menegaskan bahwa konflik internasional telah bergeser dari perang dagang berbasis tarif menjadi potensi konfrontasi fisik, terutama akibat perebutan sumber daya strategis. Ia secara spesifik menyoroti dominasi Tiongkok dalam penguasaan mineral kritis dan sektor energi, yang berpotensi memicu Amerika Serikat untuk mengambil "jalan pintas" demi mengamankan pasokan, sebuah langkah yang diyakini akan memperparah ketidakpastian ekonomi global. Peringatan ini disampaikan Anindya di Jakarta pada Kamis (15/1/2026) malam.

COLLABMEDIANET

Anindya Bakrie menggarisbawahi perubahan fundamental dalam lanskap geopolitik global. Ia menjelaskan bahwa dalam kurun waktu dua tahun terakhir, fokus perbincangan telah bergeser drastis. Jika sebelumnya dominan isu perang dagang dengan instrumen tarif, kini diskursus telah beralih ke potensi konflik fisik. "Dua tahun lalu kita banyak bicara tentang perang dagang dengan tarif, tapi setahun lalu, sekarang sudah berbicara tentang perang fisik," ujar Anindya di Menara Kadin, seperti dilansir 55tv.co.id. Ia menyoroti adanya dorongan ekspansionis dari kekuatan besar yang dinilainya sulit dibendung, terutama dalam konteks perebutan sumber daya strategis seperti mineral penting serta minyak dan gas antara blok Barat dan Timur.

GEGER! Kadin Peringatkan Dunia: Dominasi Mineral China Picu 'Jalan Pintas' AS, Akankah Ekonomi Global Terjerumus ke Jurang Ketidakpastian?
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Kadin mengidentifikasi dominasi Tiongkok dalam penguasaan mineral-mineral krusial serta sektor energi, termasuk minyak dan gas, sebagai faktor pemicu kekhawatiran serius bagi negara-negara adikuasa lainnya. Menurut Anindya, situasi ini berpotensi mendorong negara-negara adidaya untuk menempuh "jalan pintas" berupa akuisisi paksa atau intervensi langsung demi mengamankan pasokan sumber daya tersebut. "Ketika Kadin berbicara tentang Tiongkok yang menguasai mineral kritis, Tiongkok menguasai oil and gas, negara adikuasa mungkin berpikir jalan pintas, bahwa akuisisi adalah jalan yang tercepat," tegasnya.

Namun, Anindya memperingatkan bahwa langkah-langkah demikian justru akan memicu gelombang ketidakpastian yang lebih besar dalam perekonomian global. Ia menekankan bahwa intervensi atau akuisisi paksa hanya akan menciptakan instabilitas, bukan solusi jangka panjang. "Tapi itu hanya menciptakan ketidakpastian," pungkas Anindya, menggarisbawahi pentingnya stabilitas dan kerja sama internasional untuk menjaga keseimbangan ekonomi dunia di tengah persaingan sumber daya yang kian sengit.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar