55 NEWS – Presiden Prabowo Subianto tampil memukau di panggung World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, memaparkan visi Indonesia di tengah pusaran geopolitik global. Kehadirannya menjadi sorotan, bukan hanya karena pandangannya tentang perdamaian dan stabilitas, tetapi juga karena gebrakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ambisius.

Related Post
Prabowo menekankan pentingnya stabilitas keamanan sebagai fondasi utama kesejahteraan. "Sejarah mengajarkan kita bahwa perdamaian dan stabilitas adalah aset kita yang paling berharga," ujarnya, mengingatkan bahwa kemakmuran tidak mungkin tumbuh di tengah konflik.

Indonesia, di bawah kepemimpinan Prabowo, terus menunjukkan performa ekonomi yang solid. Ia dengan bangga mengutip IMF yang menyebut Indonesia sebagai "titik terang global" dengan pertumbuhan ekonomi yang kuat di tengah tantangan global. Data menunjukkan pertumbuhan ekonomi Indonesia konsisten di atas 5% selama satu dekade terakhir, dan Prabowo optimis angka ini akan terus meningkat.
Namun, yang paling mencuri perhatian adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG). Prabowo mengungkapkan ambisi besar program ini, yaitu melampaui produksi harian raksasa makanan cepat saji, McDonald’s. Dengan 21.102 dapur yang memproduksi 59,8 juta porsi makanan setiap hari, MBG diproyeksikan akan menembus 68 juta porsi per hari dalam waktu dekat, mengungguli kapasitas produksi harian McDonald’s secara global. "Dalam waktu sekitar satu bulan lagi, kami akan melampaui McDonald’s, yakni 68 juta porsi per hari," tegas Prabowo. Targetnya, program ini akan melayani 82,9 juta porsi makanan per hari.
Pernyataan ini tentu saja menimbulkan decak kagum dan rasa penasaran. Mampukah Indonesia merealisasikan ambisi besar ini? Dunia akan terus menantikan perkembangan selanjutnya dari program MBG dan dampaknya bagi masa depan Indonesia.
Editor: Akbar soaks




Tinggalkan komentar