55 NEWS – Lembaga pemeringkat kredit global terkemuka, Moody’s Investors Service, kembali menegaskan peringkat kredit Indonesia pada level Baa2, satu tingkat di atas batas investment grade. Keputusan ini muncul setelah serangkaian diskusi intensif antara Moody’s dengan berbagai kementerian dan otoritas terkait di Jakarta, yang mencerminkan ketahanan fundamental ekonomi nasional di tengah dinamika global.

Related Post
Dalam proses asesmen yang puncaknya terjadi setelah kunjungan pada 27-29 Januari 2026, Moody’s berdialog dengan sejumlah pemangku kepentingan kunci. Di antaranya adalah Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, Badan Pengelola BUMN (BP BUMN), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Danantara, serta Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM. Afirmasi peringkat ini menjadi validasi atas stabilitas makroekonomi dan prospek pertumbuhan Indonesia.

Menurut laporan resmi dari Kementerian Keuangan yang diterima 55tv.co.id pada Kamis (5/2/2026), Moody’s secara khusus menyoroti ketahanan ekonomi Indonesia sebagai pilar utama profil kredit negara. Proyeksi pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) riil diperkirakan stabil dalam jangka menengah, didukung oleh kekayaan sumber daya alam yang melimpah dan struktur demografi yang menguntungkan.
Lebih lanjut, Moody’s mengapresiasi pengelolaan beban utang pemerintah yang tetap terkendali, berkat implementasi kebijakan fiskal dan moneter yang prudent. Inflasi yang terjaga dalam sasaran target juga memperkuat stabilitas domestik. Kapabilitas institusional Indonesia dalam mengelola tekanan eksternal, termasuk upaya stabilisasi nilai tukar rupiah, diakui sebagai salah satu kekuatan fundamental yang menopang kepercayaan investor.
Pemerintah Indonesia, melalui berbagai kementerian dan lembaga, menegaskan komitmennya untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi menuju level yang lebih tinggi. Hal ini krusial sebagai prasyarat utama untuk bertransformasi menjadi negara maju. Upaya mencapai pertumbuhan ambisius tersebut kini mendapatkan momentum baru, dengan pemerintah yang fokus pada perubahan fundamental dalam pengelolaan perekonomian. Kehadiran Danantara sebagai engine of growth baru dipandang sebagai tambahan energi yang signifikan, melengkapi peran kebijakan fiskal dalam mendorong pembangunan dan akselerasi ekonomi.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar