GEGER! Target 350.000 Rumah Rakyat Terancam Meleset, SMF Ambil Langkah Drastis: Terbitkan Surat Utang Triliunan Rupiah! Apa Dampaknya bagi MBR?

GEGER! Target 350.000 Rumah Rakyat Terancam Meleset, SMF Ambil Langkah Drastis: Terbitkan Surat Utang Triliunan Rupiah! Apa Dampaknya bagi MBR?

55 NEWS – Jakarta, 13 Februari 2026 – PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF memastikan komitmennya untuk mencapai target ambisius program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) tahun 2025. Demi mewujudkan 350.000 unit rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), perseroan terpaksa menempuh jalur pendanaan eksternal melalui penerbitan surat utang tambahan. Langkah ini diambil untuk menutup celah pembiayaan yang krusial.

COLLABMEDIANET

Direktur Utama SMF, Ananta Wiyogo, menjelaskan bahwa kebutuhan dana di lapangan melampaui kapasitas modal internal yang tersedia, meskipun pemerintah telah memberikan dukungan signifikan. "Kami harus mengeluarkan surat utang lagi, menambal kekurangan, agar target 350.000 unit rumah itu tercapai," tegas Ananta dalam Media Briefing di Surakarta, seperti dikutip 55tv.co.id pada Jumat (13/2/2026).

GEGER! Target 350.000 Rumah Rakyat Terancam Meleset, SMF Ambil Langkah Drastis: Terbitkan Surat Utang Triliunan Rupiah! Apa Dampaknya bagi MBR?
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Pada tahun 2025, pemerintah menetapkan target pembiayaan FLPP sebanyak 350.000 unit rumah. Namun, hingga laporan ini disusun, realisasi baru mencapai sekitar 290.000 unit, atau sekitar 80 persen dari target yang ditetapkan. Untuk mengejar sisa kuota yang masih tertinggal, SMF telah menyalurkan dana antara Rp8 triliun hingga Rp9 triliun sepanjang tahun 2025. Angka ini secara signifikan lebih besar dibandingkan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp6,8 triliun yang diterima perseroan pada periode yang sama. Dengan demikian, penerbitan surat utang menjadi solusi strategis untuk menutupi selisih dana tersebut.

Dalam skema besar program 3 juta rumah yang digagas pemerintah, SMF memegang peranan vital sebagai penyedia 25 persen dari total pembiayaan FLPP secara nasional. Sementara itu, 75 persen sisa pendanaan lainnya disokong penuh oleh pemerintah melalui Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera).

Sejak pertama kali berkontribusi pada tahun 2018, SMF telah menunjukkan dedikasi tinggi dalam mendukung kepemilikan hunian. Total akumulasi dana yang telah disalurkan mencapai sekitar Rp34 triliun. Dana tersebut telah berhasil memfasilitasi akses kepemilikan hunian bagi kurang lebih 904.000 unit rumah di berbagai penjuru Indonesia, menegaskan peran krusial SMF dalam ekosistem pembiayaan perumahan nasional.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar