55 NEWS – Menjelang bulan suci Ramadhan 2026, stabilitas harga komoditas pangan kembali menjadi sorotan utama pemerintah. Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso secara tegas menyatakan komitmennya untuk memastikan harga-harga kebutuhan pokok tetap terkendali, menyusul adanya lonjakan pada beberapa komoditas strategis. Langkah ini diambil sebagai respons proaktif terhadap potensi gejolak harga yang kerap terjadi menjelang hari besar keagamaan.

Related Post
Kenaikan harga, terutama pada daging ayam dan cabai rawit, telah memicu kekhawatiran di kalangan masyarakat. Fenomena ini berpotensi membebani daya beli konsumen dan mengganggu stabilitas ekonomi rumah tangga. Mendag Budi Santoso, pada Rabu (18/2/2026), menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam menghadapi situasi ini.

Dalam upaya meredam gejolak tersebut, Mendag mengungkapkan bahwa Kementerian Perdagangan telah mengintensifkan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan dan pelaku usaha di sektor pangan. "Kami sudah mengumpulkan para pelaku usaha untuk memastikan ketersediaan pasokan. Mereka menjamin bahwa pasokan aman dan tidak ada masalah yang signifikan," ujar Mendag saat peluncuran pasar murah di halaman parkir Kementerian Perdagangan. Pernyataan ini diharapkan dapat menenangkan pasar dan memberikan kepastian kepada konsumen.
Fokus pengawasan tidak hanya pada ketersediaan, namun juga pada rantai distribusi yang efisien dan adil. Mendag Budi Santoso mewanti-wanti keras agar tidak ada pihak yang mencoba mengambil keuntungan di tengah meningkatnya permintaan jelang Ramadhan. "Distribusi dari tangan petani, distributor, hingga pedagang akhir harus benar-benar diperhatikan. Kami tidak akan mentolerir spekulan yang mencoba mempermainkan harga demi keuntungan pribadi," tegasnya, mengindikasikan adanya tindakan tegas bagi pelanggar.
Untuk memperkuat pengawasan dan memastikan tidak ada praktik curang, Kementerian Perdagangan menggandeng berbagai instansi, termasuk Kepolisian Republik Indonesia, Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional, serta pemerintah daerah. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan mampu membentuk satuan tugas yang efektif dalam memantau pergerakan harga di pasar secara real-time. "Kami sudah sepakat, dan masing-masing kementerian juga memiliki satgasnya sendiri," tambah Budi.
"Kami akan terus memonitor agar tidak ada kenaikan harga yang tidak wajar. Jika terjadi lonjakan, kami akan segera mencari tahu akar permasalahannya dan mengambil tindakan korektif yang diperlukan," janji Budi Santoso, seperti dikutip dari 55tv.co.id. Langkah proaktif ini diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat dan menciptakan suasana Ramadhan yang kondusif, bebas dari tekanan inflasi pangan yang tidak perlu.
Editor: Akbar soaks




Tinggalkan komentar