55 NEWS – Presiden Prabowo Subianto melontarkan visi ambisius untuk masa depan teknologi Indonesia, menargetkan lahirnya 15.000 insinyur yang mahir dalam teknologi desain chip. Langkah strategis ini digadang-gadang sebagai pilar utama dalam membangun kedaulatan teknologi nasional, sebuah upaya krusial di tengah persaingan global yang kian ketat di sektor semikonduktor.

Related Post
Target revolusioner ini mengemuka saat kunjungan kerja Presiden Prabowo ke London, Inggris, pada Senin (23/2/2026). Dalam kesempatan tersebut, Kepala Negara menyaksikan penandatanganan perjanjian kerangka kerja penting antara Badan Pengelola Investasi Danantara Indonesia (BPI Danantara) dan raksasa semikonduktor asal Inggris, Arm Limited. Kesepakatan ini menjadi fondasi awal bagi Indonesia untuk melangkah lebih jauh dalam peta jalan teknologi global.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menjelaskan bahwa kolaborasi dengan Arm Limited merupakan upaya percepatan penguasaan teknologi semikonduktor, khususnya pada segmen desain chip yang merupakan hulu dari industri vital ini. "Dengan kerja sama ini, kami berharap Indonesia mampu melatih 15.000 insinyur kita di dalam ekosistem Arm, sehingga mereka dapat menguasai teknologi desain chip," ujar Airlangga dalam keterangan resminya kepada awak media 55tv.co.id. Ia menambahkan, rencana kerja sama ini juga akan berlanjut pada pengembangan generasi semikonduktor atau chip selanjutnya, memastikan Indonesia memiliki kapabilitas yang berkelanjutan di bidang ini.
Airlangga menekankan signifikansi Arm Limited sebagai pemain global yang memiliki dominasi tak terbantahkan dalam desain chip dunia. Data menunjukkan, sekitar 96 persen chip untuk sektor otomotif dan hampir 94 persen desain chip untuk pusat data serta kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) menggunakan arsitektur Arm. Penguasaan desain chip oleh insinyur Indonesia dinilai sangat krusial, mengingat ia merupakan fondasi utama bagi berbagai inovasi digital modern dan kemandirian industri di masa depan.
Program pelatihan yang akan digulirkan mencakup pengiriman tenaga ahli Indonesia ke luar negeri, serta mendatangkan langsung pelatih-pelatih terbaik dari Arm ke Tanah Air, lengkap dengan modul pelatihan yang disesuaikan. Pemerintah menargetkan lahirnya sumber daya manusia unggul yang tidak hanya menguasai teknologi, tetapi juga mampu mengembangkan kekayaan intelektual (Intellectual Property/IP) nasional di bidang semikonduktor. Ini adalah langkah konkret menuju kemandirian ekonomi berbasis teknologi dan penguatan posisi Indonesia di kancah global.
Editor: Akbar soaks




Tinggalkan komentar