Ancaman Krisis Energi Global di Depan Mata! Harga BBM Bakal Melesat Tak Terkendali Akibat Konflik Timur Tengah? Simak Peringatan DEN!

Ancaman Krisis Energi Global di Depan Mata! Harga BBM Bakal Melesat Tak Terkendali Akibat Konflik Timur Tengah? Simak Peringatan DEN!

55 NEWS – Jakarta – Dewan Ekonomi Nasional (DEN) melayangkan peringatan serius terkait potensi lonjakan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang mengancam stabilitas ekonomi global. Anggota DEN, Septian Hario Seto, menyoroti bahwa eskalasi konflik geopolitik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran dapat memicu gejolak signifikan di pasar energi. Menurutnya, dampak signifikan terhadap sektor energi akan sangat ditentukan oleh seberapa panjang durasi konflik tersebut berlangsung.

COLLABMEDIANET

"Jika konflik ini dapat diselesaikan dengan cepat, kenaikan harga mungkin tidak akan terlalu tinggi. Namun, jika berlarut-larut, itu yang sangat dikhawatirkan. Kondisi pasar bisa menjadi jauh lebih tidak pasti dan volatilitas harga energi akan meningkat drastis," jelas Seto saat ditemui pada Senin (02/03/2026).

Ancaman Krisis Energi Global di Depan Mata! Harga BBM Bakal Melesat Tak Terkendali Akibat Konflik Timur Tengah? Simak Peringatan DEN!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Seto memaparkan bahwa pergerakan harga energi, khususnya minyak mentah, menjadi indikator utama transmisi dampak dari setiap konflik global. Negara-negara dengan ketergantungan tinggi pada impor minyak mentah diprediksi akan merasakan dampak paling berat dari situasi ini.

"Secara keseluruhan, dampaknya akan terasa di seluruh negara, terutama melalui pergerakan harga energi. Ini akan sangat memengaruhi kondisi banyak negara, khususnya yang masih mengandalkan impor minyak," tambahnya.

Meski demikian, Seto menilai Indonesia, di sisi lain, telah mempersiapkan langkah-langkah mitigasi untuk mengurangi risiko tersebut. Salah satu strategi utama adalah pengurangan ketergantungan impor energi, termasuk melalui pengembangan biodiesel yang telah menjadi kebijakan prioritas.

"Namun, jika kita melihat strategi Bapak Presiden sejak awal, kita sudah berupaya mengurangi ketergantungan pada impor. Salah satunya melalui kebijakan biodiesel dan berbagai inisiatif lainnya. Saya kira itu sudah menjadi langkah mitigasi yang penting. Kami terus berupaya mengurangi ketergantungan pada minyak impor," pungkas Seto, seperti dilansir dari 55tv.co.id.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar