Alarm Merah Ekonomi RI! Produktivitas Tenaga Kerja Anjlok 50 Tahun di Belakang Jepang, Solusi Tak Terduga dari Filosofi Memuliakan Manusia?

Alarm Merah Ekonomi RI! Produktivitas Tenaga Kerja Anjlok 50 Tahun di Belakang Jepang, Solusi Tak Terduga dari Filosofi Memuliakan Manusia?

55 NEWS – Tingkat produktivitas angkatan kerja di Indonesia masih menunjukkan performa yang kurang optimal, sebuah kondisi yang memicu kekhawatiran di kalangan ekonom dan pembuat kebijakan. Data terbaru mengindikasikan bahwa produktivitas Indonesia berada di bawah 10 persen dari rata-rata negara-negara Asia Tenggara, bahkan tertinggal sekitar lima dekade dari Jepang. Situasi ini mendesak adanya penguatan fundamental untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja nasional.

COLLABMEDIANET

Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, dalam pernyataannya di Jakarta pada Rabu (11/3/2026), menegaskan bahwa upaya peningkatan produktivitas harus diawali dengan pergeseran paradigma. Menurutnya, manusia harus ditempatkan sebagai sentra utama dalam setiap proses kerja dan pembangunan ekonomi. "Kita wajib memulai dari filosofi memuliakan manusia. Oleh karena itu, produktivitas perlu dimaknai sebagai sebuah cara pandang, metode kerja, perangkat kerja, dan budaya kerja yang terintegrasi," ujarnya, menekankan pentingnya pendekatan holistik.

Alarm Merah Ekonomi RI! Produktivitas Tenaga Kerja Anjlok 50 Tahun di Belakang Jepang, Solusi Tak Terduga dari Filosofi Memuliakan Manusia?
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Senada dengan pandangan tersebut, Ketua Umum Gerakan Nasional Indonesia Kompeten (GNIK), Yunus Triyonggo, menyoroti urgensi kolaborasi lintas sektor. Ia menekankan bahwa penguatan produktivitas nasional membutuhkan sinergi erat antara pemerintah, pelaku dunia usaha, institusi akademis, dan komunitas profesional. "Mengingat produktivitas Indonesia saat ini masih jauh di bawah rata-rata regional dan tertinggal signifikan dari negara maju seperti Jepang, inisiatif ‘One Company One Productivity Coach’ menjadi langkah krusial. Program ini dirancang untuk mendorong perusahaan membangun kapasitas internal dan meningkatkan daya saing mereka di kancah global," jelas Yunus.

Untuk mendukung percepatan Gerakan Produktivitas Nasional yang telah dicanangkan oleh Kementerian Ketenagakerjaan, program "Coaching for Productivity" akan digulirkan di setidaknya 10 kota besar di Indonesia. Inisiatif ini bertujuan untuk mencetak jajaran Productivity Coach yang terkualifikasi secara profesional di berbagai perusahaan, diharapkan mampu menjadi katalisator perubahan dan peningkatan efisiensi di sektor industri. Langkah strategis ini diharapkan dapat menjadi fondasi bagi transformasi produktivitas tenaga kerja Indonesia, membawa negara ini keluar dari bayang-bayang ketertinggalan dan menuju era daya saing global yang lebih kuat.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar