Diskon Tiket Lebaran Mengalir Deras, Menhub Dudy Justru Soroti ‘Permainan’ Agen Online di Bandara Soetta: Siapa Sebenarnya yang Untung Besar?

Diskon Tiket Lebaran Mengalir Deras, Menhub Dudy Justru Soroti 'Permainan' Agen Online di Bandara Soetta: Siapa Sebenarnya yang Untung Besar?

55 NEWS – Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi secara langsung turun tangan memantau implementasi program diskon tiket pesawat di Terminal 1 dan 2 Bandara Soekarno-Hatta pada Senin, 16 Maret 2026. Kunjungan mendadak ini bertujuan memastikan bahwa stimulus potongan harga yang digulirkan pemerintah benar-benar dinikmati masyarakat menjelang mudik Lebaran 2026. Namun, di tengah apresiasi terhadap keberhasilan program, Menhub Dudy memberikan catatan khusus terkait peran agen perjalanan daring atau online travel agent (OTA) dalam penyaluran diskon tersebut.

COLLABMEDIANET

Dalam kesempatan tersebut, Menhub Dudy tak hanya berkeliling, tetapi juga berinteraksi langsung dengan para calon penumpang. "Hari ini saya ingin melihat langsung kondisi arus mudik, khususnya di Bandara Soekarno-Hatta. Kami juga bertanya kepada para penumpang, apakah kebijakan pemerintah terkait potongan tarif pesawat yang diinstruksikan oleh Presiden ini sudah sampai ke masyarakat dan memastikan stimulus diskon harga tiket ini bisa dinikmati secara optimal," jelas Menhub, menegaskan komitmen pemerintah dalam meringankan beban masyarakat.

Diskon Tiket Lebaran Mengalir Deras, Menhub Dudy Justru Soroti 'Permainan' Agen Online di Bandara Soetta: Siapa Sebenarnya yang Untung Besar?
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Diskon tiket pesawat untuk periode Lebaran 2026 merupakan hasil dari paket kebijakan komprehensif yang digagas pemerintah. Insentif ini mencakup beberapa poin krusial. Pertama, Pajak Pertambahan Nilai (PPN) tiket pesawat ditanggung pemerintah, yang berpotensi menurunkan biaya tiket hingga 11%. Kedua, adanya penurunan fuel surcharge pesawat. Ketiga, diskon sebesar 50% untuk airport tax (PJP2U). Keempat, potongan 50% biaya layanan bandara untuk maskapai (PJP4U). Kelima, diskon tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) jasa kebandarudaraan. Tak hanya itu, pemerintah juga memberikan diskon harga avtur sekitar 10% di 37 bandara strategis.

Dengan kombinasi berbagai stimulus tersebut, harga tiket pesawat domestik diproyeksikan dapat turun signifikan, berkisar antara 17% hingga 18% selama periode mudik Lebaran 2026. Penurunan harga ini berlaku untuk jadwal keberangkatan mulai 14 Maret hingga 29 Maret 2026, memberikan ruang bagi masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan biaya yang lebih terjangkau.

Menhub Dudy mengapresiasi bahwa "Sejauh ini, kami melihat bahwa diskon atau stimulus yang diberikan oleh pemerintah, sudah sampai kepada masyarakat. Saya lihat tadi, malah masyarakat ada yang menikmati potongan sampai 20% dari harga normal, jika sudah pesan dari jauh hari." Namun, ia menambahkan, "Ada beberapa hal nantinya yang perlu kita evaluasi, khususnya terkait harga penjualan tiket melalui platform agen perjalanan online." Pernyataan ini mengindikasikan adanya kekhawatiran pemerintah terhadap potensi perbedaan harga atau margin yang diambil oleh OTA, yang mungkin tidak sepenuhnya merefleksikan diskon penuh dari pemerintah kepada konsumen akhir. Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan akan terus memantau dinamika harga tiket pesawat, khususnya menjelang puncak arus mudik. Transparansi dan akuntabilitas dari seluruh pihak, termasuk maskapai dan agen perjalanan online, menjadi kunci utama agar tujuan mulia stimulus ini benar-benar tercapai, yakni meringankan beban masyarakat dalam merayakan Lebaran.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar