Badai Harga Minyak Global Menerjang! APBN Indonesia di Ujung Tanduk? DPR Ungkap ‘Skenario Terakhir’ yang Wajib Dihindari Pemerintah Demi Kantong Rakyat dan Stabilitas Ekonomi Nasional!

Badai Harga Minyak Global Menerjang! APBN Indonesia di Ujung Tanduk? DPR Ungkap 'Skenario Terakhir' yang Wajib Dihindari Pemerintah Demi Kantong Rakyat dan Stabilitas Ekonomi Nasional!

55 NEWS – Gejolak geopolitik di Timur Tengah terus memicu lonjakan harga minyak mentah global, menciptakan gelombang kekhawatiran baru di pasar komoditas internasional. Situasi ini secara langsung kembali menyoroti potensi penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di Indonesia, sebuah isu sensitif yang selalu memiliki implikasi luas terhadap perekonomian dan daya beli masyarakat. Pantauan 55tv.co.id pada Selasa, 17 Maret 2026, menunjukkan aktivitas pengisian BBM di sejumlah SPBU, seperti di kawasan Lenteng Agung, Jakarta, tetap berlangsung normal, namun di balik itu, spekulasi mengenai kebijakan energi pemerintah kian memanas.

COLLABMEDIANET

Menanggapi dinamika ini, Ketua Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Mukhamad Misbakhun, memberikan penekanan tegas. Menurutnya, opsi kenaikan harga BBM bersubsidi haruslah menjadi ‘langkah terakhir’ yang dipertimbangkan oleh pemerintah. Misbakhun menggarisbawahi pentingnya kehati-hatian dalam mengambil keputusan tersebut, mengingat potensi dampak signifikan terhadap daya beli masyarakat yang rentan serta stabilitas makroekonomi nasional secara keseluruhan. "Pemerintah harus memprioritaskan perlindungan terhadap masyarakat dan menjaga momentum pemulihan ekonomi," ujarnya, seperti dikutip dari 55tv.co.id.

Badai Harga Minyak Global Menerjang! APBN Indonesia di Ujung Tanduk? DPR Ungkap 'Skenario Terakhir' yang Wajib Dihindari Pemerintah Demi Kantong Rakyat dan Stabilitas Ekonomi Nasional!
Gambar Istimewa : a.okezone.com

Di tengah volatilitas harga minyak global yang diproyeksikan masih akan bertahan tinggi, desakan terhadap pemerintah untuk menyiapkan serangkaian skenario mitigasi guna menjaga ketahanan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) semakin menguat. Para ekonom dan legislator mendorong pemerintah untuk tidak hanya fokus pada optimalisasi alokasi subsidi energi, tetapi juga merancang strategi fiskal komprehensif. Tujuannya adalah untuk menjaga keseimbangan fiskal yang sehat tanpa secara langsung mentransfer beban kenaikan harga komoditas kepada masyarakat. Langkah-langkah ini mencakup evaluasi ulang pos-pos belanja, potensi diversifikasi sumber pendapatan negara, hingga penguatan cadangan fiskal untuk menghadapi ketidakpastian global. Tantangan yang dihadapi pemerintah dalam menavigasi gejolak ekonomi global ini tidaklah ringan, menuntut kebijakan yang adaptif dan berpihak pada kepentingan rakyat banyak.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar