Api Membara di Jantung Distribusi LPG Bekasi! Pasokan Energi Nasional Terancam? Pertamina Ungkap Jaminan Tak Terduga!

55 NEWS – Sebuah insiden kebakaran hebat melanda Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Cimuning, Mustikajaya, Kota Bekasi, pada Rabu malam, 1 April 2026. Peristiwa ini sontak memicu kekhawatiran publik akan potensi gangguan pasokan energi vital. Namun, Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (RJBB) dengan sigap memberikan jaminan bahwa stabilitas pasokan LPG bagi masyarakat tidak akan terganggu, menegaskan komitmennya dalam menjaga ketersediaan energi nasional.

COLLABMEDIANET

Susanto August Satria, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Regional Jawa Bagian Barat, dalam keterangannya pada Kamis (2/4/2026), menegaskan, "Pertamina Patra Niaga RJBB memastikan bahwa pasokan LPG kepada masyarakat tidak terganggu." Ia menambahkan, SPBE yang dioperasikan oleh pihak swasta, PT Indogas Andalan Kita, memiliki peran krusial dalam melayani kebutuhan LPG di tiga wilayah Kabupaten Bekasi. "Kami sampaikan bahwa dengan adanya insiden ini, pasokan LPG pada warga tidak terganggu, terutama untuk wilayah yang menjadi cakupan dari SPBE ini," imbuhnya, menenangkan kekhawatiran konsumen.

Api Membara di Jantung Distribusi LPG Bekasi! Pasokan Energi Nasional Terancam? Pertamina Ungkap Jaminan Tak Terduga!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Pertamina Patra Niaga RJBB juga menyampaikan permohonan maaf atas insiden yang terjadi. Pasca-kejadian, tim Pertamina Patra Niaga RJBB bersama pihak SPBE segera bergerak cepat, berkoordinasi intensif dengan Tim Pemadam Kebakaran setempat untuk mengendalikan situasi dan memitigasi dampak lebih lanjut. Respons cepat ini menunjukkan kesiapan Pertamina dalam menghadapi situasi darurat demi menjaga kelancaran distribusi energi.

Mengenai penyebab pasti kebakaran, Susanto belum dapat memberikan rincian. Pihaknya masih akan melakukan investigasi mendalam dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk aparat berwenang dan tim internal Pertamina serta SPBE. "Saya belum bisa pastikan penyebabnya seperti apa sebelum dilakukan investigasi. Yang pasti setelah dilakukan clearing, penyebab insiden akan segera diinvestigasi bersama dengan aparat berwenang dengan tim Pertamina begitu juga tim SPBE untuk mencari tahu penyebabnya," jelas Susanto, menekankan pentingnya proses investigasi yang transparan dan akuntabel.

Lebih lanjut, Pertamina Patra Niaga berkomitmen penuh untuk menelusuri dan mengidentifikasi korban serta rumah warga yang terdampak insiden ini. Susanto memastikan bahwa penanganan medis bagi korban serta penggantian kerusakan rumah akibat kebakaran akan menjadi tanggung jawab korporasi. "Jadi untuk korban ini, kami masih harus menelusuri. Tim surveilansnya dari Pertamina bersama SPBE akan menelusuri yang menjadi korban siapa saja. Saat ini kami fokus pada penanganan kebakaran, keselamatan masyarakat sekitar, serta pekerja SPBE," ujarnya, menunjukkan prioritas utama pada keselamatan dan kesejahteraan masyarakat.

Susanto juga menjelaskan peran vital SPBE dalam rantai pasokan LPG. SPBE berfungsi sebagai titik krusial di mana LPG curah diisi ke dalam mobil agen sebelum kemudian didistribusikan lebih lanjut ke pangkalan-pangkalan di berbagai wilayah. "Di sini itu tempat pengisiannya LPG, lalu nanti itu diangkut oleh mobil agen dan agen itu menyebarkan ke pangkalan-pangkalan," pungkasnya, menggambarkan efisiensi sistem distribusi yang dirancang untuk menjamin ketersediaan LPG hingga ke tangan konsumen akhir.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar