55tv.co.id – Kecemasan sempat menyelimuti jagat pasar modal Indonesia setelah beredar rumor mengenai potensi penurunan status dari kategori pasar berkembang (emerging market) menjadi pasar perintisan (frontier market). Isu ini mencuat pasca-rilis dokumen evaluasi klasifikasi pasar oleh penyedia indeks global terkemuka, Morgan Stanley and Capital International (MSCI), pada Rabu 24 Juni 2026. Namun, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan sigap tampil meredam kekhawatiran tersebut.

Related Post
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menegaskan bahwa narasi yang berkembang di publik mengenai ancaman degradasi bursa domestik adalah sebuah kesalahpahaman belaka. Menurut Hasan, dokumen resmi dari MSCI tersebut bukanlah sebuah ancaman yang menghantui, melainkan sebuah tuntutan tegas agar otoritas pasar modal di Tanah Air senantiasa konsisten dalam mengawal agenda reformasi struktural serta memperketat aspek transparansi transaksi.

"Anggapan bahwa kita ‘digantung’ hingga November itu tidak benar. Yang sebenarnya terjadi adalah kita dituntut untuk konsisten dan efektif dalam mengimplementasikan seluruh rencana aksi yang telah disepakati," jelas Hasan saat bertemu awak media di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa 30 Juni 2026. Ia menambahkan, "November itu apa? Jika dibaca dengan cermat, skenario terburuknya adalah apabila kita terkonfirmasi tidak melakukan seluruh upaya ini secara konsisten dan efektif, maka Indonesia hanya akan masuk ke dalam Consultation List. Ini mirip dengan Watch List di FTSE Russell."
Hasan menjelaskan, status pasar modal Indonesia baru akan dimasukkan ke dalam daftar konsultasi apabila pemerintah dan regulator terbukti lalai dalam membenahi catatan evaluasi yang diberikan. Demi menjaga kepercayaan investor, OJK bersama seluruh elemen Self-Regulatory Organization (SRO) seperti BEI, KPEI, dan KSEI, memberikan jaminan penuh untuk mengawal efektivitas perbaikan instrumen pasar. "Saya pastikan, kami di OJK bersama SRO dan seluruh pelaku pasar akan konsisten menjalankan ini. Kami akan memastikan bahwa apa yang kami lakukan benar-benar efektif," pungkas Hasan dengan lugas.










Tinggalkan komentar