TERUNGKAP! Bulog Siapkan Strategi Pamungkas Redam Gejolak Harga Beras 2026: Target 828 Ribu Ton dan Jaringan Distribusi yang Mengubah Permainan!

55 NEWS – Perum Bulog menggaransi ketersediaan dan stabilitas harga beras di pasar domestik sepanjang tahun 2026 melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Dengan target distribusi mencapai angka ambisius 828 ribu ton secara nasional, Bulog menegaskan komitmennya untuk menjaga daya beli masyarakat dan mengendalikan inflasi pangan.

COLLABMEDIANET

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menjelaskan bahwa penugasan strategis ini merupakan amanat langsung dari Badan Pangan Nasional. "Dasar hukum penugasan kami mengacu pada Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 204/TS.03.03/K/2/2026 yang diterbitkan pada 11 Februari 2026. Ini menjadi mandat bagi kami untuk menyalurkan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) sebesar 828 ribu ton sepanjang tahun ini," ungkap Rizal, dalam keterangan resminya yang dikutip 55tv.co.id pada Sabtu (4/4/2026).

TERUNGKAP! Bulog Siapkan Strategi Pamungkas Redam Gejolak Harga Beras 2026: Target 828 Ribu Ton dan Jaringan Distribusi yang Mengubah Permainan!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Rizal menambahkan, strategi penyaluran beras SPHP difokuskan langsung ke titik-titik vital pasar tradisional guna menjaga stabilitas harga dan memastikan aksesibilitas bagi konsumen. Selain itu, Bulog juga memperluas jangkauan distribusi melalui kolaborasi dengan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih), sebuah langkah yang diharapkan dapat memperkuat rantai pasok hingga ke pelosok daerah.

Intervensi pasar ini juga diperkuat melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) yang diselenggarakan secara sinergis bersama berbagai kementerian, lembaga pemerintah daerah, dan instansi terkait lainnya. Inisiatif ini bertujuan untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau, sekaligus menjadi bantalan ekonomi di tengah potensi gejolak harga.

Jaringan distribusi beras SPHP yang masif ini mencakup beragam kanal, mulai dari outlet binaan pemerintah daerah, koperasi badan usaha milik daerah (BUMD), koperasi instansi pemerintah, hingga Jaringan Rumah Pangan Kita (RPK) yang kini telah mencapai sekitar 80 ribu titik di seluruh Indonesia. Keberagaman kanal ini menunjukkan upaya Bulog dalam mengoptimalkan penetrasi pasar.

Mengenai spesifikasi produk, beras SPHP disalurkan dalam kemasan 5 kilogram dengan kualitas medium yang memenuhi standar pemerintah, yakni tingkat pecahan sekitar 25 persen dan kadar air maksimal 14 persen. Lebih lanjut, Bulog juga tengah menyiapkan inovasi kemasan 2 kilogram untuk memberikan pilihan yang lebih fleksibel kepada konsumen, sekaligus menjangkau segmen pasar yang lebih luas. Langkah ini diharapkan dapat semakin memperkuat posisi Bulog sebagai garda terdepan dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar