55 NEWS – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) bersiap menggelar Musyawarah Nasional (Munas) 2026, sebuah agenda krusial yang diprediksi akan menjadi sorotan utama para pelaku ekonomi. Di tengah pusaran dinamika geopolitik global yang kian memanas, para pengusaha muda yang tergabung dalam organisasi ini tengah merumuskan strategi bisnis vital guna memperkuat fondasi ekonomi nasional dan menentukan arah pembangunan ekonomi di masa depan.

Related Post
Ketua Umum HIPMI, Akbar Buchari, menegaskan urgensi persatuan di kalangan pengusaha muda. "Di tengah tekanan ekonomi global yang semakin kompleks dan tidak terduga, kita tidak bisa berjalan sendiri-sendiri," ujar Akbar, seperti dikutip dari 55tv.co.id. Ia menekankan bahwa Munas 2026 adalah "momentum krusial untuk bersatu, berkolaborasi, dan membentuk kekuatan kolektif yang solid. Ini adalah waktu yang tepat untuk konsolidasi total dalam menghadapi tantangan geopolitik yang berpotensi mengguncang stabilitas ekonomi nasional."

HIPMI menggarisbawahi pentingnya peran proaktif pengusaha muda. Mereka bukan sekadar pelaku usaha, melainkan mitra strategis pemerintah dalam mengakselerasi agenda pembangunan nasional, termasuk dalam mendukung visi Asta Cita. "Kami ingin menegaskan bahwa pengusaha muda Indonesia siap menjadi bagian integral dari solusi dan pilar utama dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global yang berkelanjutan," tambah Akbar.
Senada dengan itu, Sekretaris Jenderal HIPMI, Anggawira, menambahkan bahwa Munas ini akan menjadi "titik tolak fundamental bagi penguatan peran pengusaha muda dalam merespons tantangan ekonomi global yang dinamis, mendorong iklim investasi yang kondusif, serta memperluas kontribusi nyata terhadap pembangunan nasional."
Anggawira menekankan bahwa konsolidasi ini juga harus mempertegas visi organisasi ke depan: menciptakan lebih banyak pengusaha muda baru, tidak hanya dari segi kuantitas, melainkan juga kualitas. "Kami berharap HIPMI dapat berfungsi sebagai kawah candradimuka, tempat lahirnya para pengusaha muda yang berkualitas, mampu ‘naik kelas’, dan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi, baik di tingkat daerah maupun nasional," pungkas Anggawira, seperti dilaporkan 55tv.co.id.
Editor: Akbar soaks










Tinggalkan komentar