Ekonomi Hijau Melesat! Prabowo Targetkan 17 GW PLTS di 2026, Sinyal Kematian Pembangkit Diesel dan Peluang Investasi Triliunan Rupiah Terkuak!

55 NEWS – Presiden Prabowo Subianto kembali menunjukkan komitmennya yang kuat terhadap transformasi energi bersih, mendorong percepatan masif program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt. Inisiatif strategis ini, yang diproyeksikan akan secara signifikan mengubah lanskap energi nasional, mencakup target ambisius penambahan 17 gigawatt energi terbarukan pada tahun 2026. Informasi krusial ini disampaikan oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, di hadapan awak media di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, pada Selasa (21/4/2026).

COLLABMEDIANET

Brian menjelaskan bahwa Presiden secara spesifik menegaskan urgensi implementasi program ini, terutama dalam upaya memangkas ketergantungan pada pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) yang kerap menjadi sorotan karena emisi karbonnya. "Bapak Presiden menanyakan perkembangannya dan meminta agar itu dipercepat, terutama untuk yang diesel," ujar Brian usai pertemuan, menggarisbawahi prioritas pemerintah dalam menggeser paradigma energi menuju keberlanjutan.

Ekonomi Hijau Melesat! Prabowo Targetkan 17 GW PLTS di 2026, Sinyal Kematian Pembangkit Diesel dan Peluang Investasi Triliunan Rupiah Terkuak!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Pemerintah, dengan optimisme tinggi, mematok target penambahan 17 gigawatt energi terbarukan melalui PLTS secara nasional pada tahun ini. Target ini bukan sekadar penambahan kapasitas, melainkan sebuah strategi komprehensif yang mencakup dua pilar utama: pengurangan kapasitas PLTD sebesar 10 gigawatt dan penambahan kapasitas PLTS baru sebesar 7 gigawatt. Langkah ini diharapkan tidak hanya mengurangi jejak karbon Indonesia, tetapi juga meningkatkan efisiensi operasional sektor energi.

"Ditargetkan tahun ini 10 gigawatt yang diesel itu bisa dikurangi, kemudian yang lainnya juga akan ditambah kira-kira sampai 7 gigawatt," tutur Brian, merinci peta jalan pencapaian target. Ia menambahkan bahwa kesiapan teknis dan dukungan multi-pihak telah dikaji secara mendalam. "Untuk saat ini, dari perhitungan yang dilakukan bersama-sama Kementerian ESDM, dari PLN, Danantara, dan beberapa ahli dari perguruan tinggi, itu kira-kira 17 gigawatt bisa dilakukan instalasi PLTS," sambungnya, menegaskan sinergi antarlembaga dan akademisi dalam mewujudkan visi energi bersih ini.

Dorongan Presiden Prabowo ini tidak hanya menandai komitmen terhadap isu lingkungan, tetapi juga membuka peluang investasi triliunan rupiah di sektor energi terbarukan. Percepatan PLTS ini diprediksi akan menarik investor, menciptakan lapangan kerja baru, serta mendorong inovasi teknologi di dalam negeri, menempatkan Indonesia di garis depan transisi energi global.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar