HEBOH! Kematian Balita di Cianjur Gegerkan Program Gizi Nasional, BGN Buka Suara: Bukan Karena MBG, Ada Fakta Mengejutkan di Balik Menu Sehat Negara!

55 NEWS – Badan Gizi Nasional (BGN) membantah keras tudingan yang menyebutkan bahwa insiden meninggalnya seorang balita berusia dua tahun di Cianjur, Jawa Barat, disebabkan oleh Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kontroversi ini mencuat dan menimbulkan pertanyaan besar terhadap efektivitas serta keamanan program gizi pemerintah.

COLLABMEDIANET

Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, dengan tegas menyatakan informasi yang beredar di publik tersebut tidak berdasar. "Tidak benar meninggalnya bayi usia 2 tahun di Cianjur karena Program MBG," tegas Nanik dalam keterangan resminya yang diterima 55tv.co.id pada Senin (27/4/2026), menepis spekulasi yang berkembang.

HEBOH! Kematian Balita di Cianjur Gegerkan Program Gizi Nasional, BGN Buka Suara: Bukan Karena MBG, Ada Fakta Mengejutkan di Balik Menu Sehat Negara!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Nanik merinci kronologi penyaluran MBG yang menjadi sorotan. Makanan bergizi tersebut didistribusikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukasirna 02 Leles pada tanggal 14 April 2026 dan langsung disantap oleh penerima manfaat di hari yang sama. Menu yang disajikan, menurut BGN, adalah mi kecap, telur dadar, susu, dan buah-buahan segar, dirancang untuk memenuhi kebutuhan gizi anak.

Namun, Nanik juga mengungkapkan adanya asupan tambahan di luar program MBG yang diberikan oleh orang tua anak tersebut. Pada malam hari tanggal 14 April dan keesokan paginya, sang anak mengonsumsi apel dan susu formula yang dibeli secara mandiri oleh keluarga. Fakta ini menjadi krusial dalam menelusuri penyebab pasti insiden tragis tersebut.

Gejala kesehatan, berupa muntah-muntah, baru muncul dua hari setelah konsumsi MBG, tepatnya pada 16 April 2026. Hal ini menjadi poin penting bagi BGN dalam menepis tudingan langsung terhadap program mereka. Lebih lanjut, Nanik memaparkan bahwa dari total 2.174 penerima manfaat lain yang turut mengonsumsi MBG pada tanggal 14 April di wilayah tersebut, tidak ada laporan satupun yang mengalami gangguan pencernaan atau keluhan kesehatan serupa.

"Hal ini menjadi indikator kuat bahwa makanan yang disalurkan dalam program MBG berada dalam kondisi aman, layak konsumsi, dan memenuhi standar gizi yang ditetapkan," pungkas Nanik, menyoroti integritas program dan mengarahkan perhatian pada faktor-faktor lain yang mungkin berkontribusi terhadap kematian balita tersebut. Investigasi lebih lanjut diharapkan dapat mengungkap kebenaran di balik insiden yang memilukan ini.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar