55 NEWS – Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani, mengungkapkan bahwa pemerintah tengah mematangkan persiapan untuk groundbreaking proyek hilirisasi nasional tahap ketiga. Langkah strategis ini menandai komitmen serius dalam memperkuat struktur ekonomi domestik dan meningkatkan daya saing Indonesia di kancah global.

Related Post
Rosan, yang juga menjabat Kepala BPI Danantara, menjelaskan bahwa setidaknya enam proyek telah teridentifikasi dan masuk dalam daftar prioritas untuk segera memulai fase konstruksi. Meskipun rincian spesifik mengenai sektor dan lokasi proyek-proyek tersebut belum diungkapkan ke publik, inisiatif ini diharapkan mampu memberikan dorongan signifikan bagi perekonomian nasional. Pernyataan penting ini disampaikan dalam sebuah acara groundbreaking proyek hilirisasi fase kedua yang berlangsung di Cilacap, Rabu lalu.

Sebelumnya, pada fase kedua, telah terlaksana groundbreaking untuk 13 proyek strategis hilirisasi nasional. Penambahan enam proyek di fase ketiga ini menunjukkan akselerasi program hilirisasi yang menjadi tulang punggung transformasi ekonomi Indonesia, dari pengekspor bahan mentah menjadi produsen produk bernilai tambah tinggi.
Rosan lebih lanjut memaparkan dampak positif dari program hilirisasi yang telah berjalan. Hingga saat ini, proyek-proyek hilirisasi yang telah terbangun berhasil menyerap tenaga kerja hingga 600.000 orang, memberikan peluang pekerjaan yang luas bagi masyarakat. Selain itu, total investasi yang telah digelontorkan mencapai angka fantastis, yakni USD 26 miliar. Angka ini menegaskan potensi besar hilirisasi dalam menciptakan lapangan kerja berkualitas dan menarik modal asing serta domestik, sekaligus memperkuat fondasi industri nasional. Pencapaian ini menjadi bukti nyata bahwa strategi hilirisasi bukan hanya sekadar wacana, melainkan sebuah lokomotif penggerak pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, sebagaimana diamanatkan oleh visi pembangunan nasional.
Editor: Akbar soaks




Tinggalkan komentar