Era Baru Kesejahteraan? Prabowo Bakal Guyur Rp5,4 Juta Tunai ke Tiap Rakyat, Begini Cara Kerjanya!

Era Baru Kesejahteraan? Prabowo Bakal Guyur Rp5,4 Juta Tunai ke Tiap Rakyat, Begini Cara Kerjanya!

55 NEWS – Pemerintahan Prabowo Subianto dikabarkan tengah menyiapkan skema bantuan sosial (bansos) yang revolusioner, beralih dari subsidi berbasis barang menjadi transfer tunai langsung. Setiap individu penerima manfaat berpotensi mendapatkan dana segar sebesar Rp5,4 juta. Informasi ini diungkapkan oleh Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, usai pertemuan dengan Presiden terpilih Prabowo Subianto di Istana Merdeka, baru-baru ini.

COLLABMEDIANET

Luhut menjelaskan bahwa perubahan fundamental ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi penyaluran bantuan. "Subsidi tidak akan lagi ke barang. Subsidi akan langsung kepada penerima. Rata-rata kita kumpulkan bansos itu dengan cash transfer dan seterusnya ada Rp5,4 juta per orang," tegas Luhut, seperti dikutip dari 55tv.co.id. Pendekatan ini diharapkan dapat meminimalisir kebocoran dan memastikan bantuan benar-benar sampai ke tangan yang membutuhkan, sekaligus memberikan fleksibilitas lebih bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya sesuai prioritas masing-masing.

Era Baru Kesejahteraan? Prabowo Bakal Guyur Rp5,4 Juta Tunai ke Tiap Rakyat, Begini Cara Kerjanya!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Untuk mendukung implementasi skema bansos tunai ini, pemerintah sedang gencar mempercepat transformasi digital dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI). Pemanfaatan AI dipandang sebagai fondasi krusial dalam pengelolaan data nasional yang komprehensif. Dengan sistem data tunggal berbasis AI, akurasi data penerima manfaat dapat ditingkatkan secara signifikan, memastikan setiap program bantuan pemerintah, termasuk bansos tunai, tepat sasaran dan meminimalisir potensi salah distribusi yang kerap menjadi tantangan dalam program subsidi sebelumnya.

Lebih lanjut, Luhut menambahkan bahwa sistem data tunggal berbasis AI ini tidak hanya akan diterapkan pada program bansos. Teknologi canggih ini juga akan dimanfaatkan untuk mendukung akselerasi pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Pemerintah meyakini bahwa AI mampu menyajikan gambaran profil pelaku usaha yang lebih mendalam dan akurat. Hal ini akan mempermudah perumusan kebijakan pembiayaan, pendampingan, dan pengembangan UMKM agar lebih tepat guna dan berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi kerakyatan.

"Dan ini nanti dikelompokkan dengan AI. Kita akan bisa mendorong UMKM dengan memberikan skor yang baik karena orang ini sudah bisa dipantau dengan jelas latar belakangnya karena teknologi," imbuh Luhut, menyoroti potensi besar AI dalam menciptakan ekosistem bisnis yang lebih transparan dan berkeadilan, sekaligus membuka peluang akses permodalan yang lebih luas bagi UMKM.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar