Guncangan Ekonomi Pagi Ini! Pertamina Resmi Naikkan Harga Pertamax dan Pertamax Green, Tembus Belasan Ribu Rupiah. Siapkah Dompet Anda Menghadapi Dampaknya?

Guncangan Ekonomi Pagi Ini! Pertamina Resmi Naikkan Harga Pertamax dan Pertamax Green, Tembus Belasan Ribu Rupiah. Siapkah Dompet Anda Menghadapi Dampaknya?

55 NEWS – PT Pertamina Patra Niaga secara resmi mengumumkan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi jenis Pertamax dan Pertamax Green, yang mulai berlaku efektif hari ini, Rabu, 10 Juni 2026. Keputusan ini sontak menjadi sorotan utama di kalangan masyarakat dan pelaku ekonomi, mengingat kedua jenis BBM tersebut kini menembus level harga yang lebih tinggi, berpotensi memengaruhi berbagai sektor.

COLLABMEDIANET

Berdasarkan data terbaru, harga Pertamax kini melonjak menjadi Rp16.250 per liter, mengalami kenaikan signifikan sebesar Rp3.950 dari harga sebelumnya yang berada di angka Rp12.300 per liter. Tak ketinggalan, Pertamax Green juga mengalami penyesuaian harga yang substansial, naik Rp4.100 menjadi Rp17.000 per liter, dari sebelumnya Rp12.900 per liter. Kenaikan harga ini tentu akan langsung dirasakan oleh para pengguna kendaraan bermotor di seluruh Indonesia.

Guncangan Ekonomi Pagi Ini! Pertamina Resmi Naikkan Harga Pertamax dan Pertamax Green, Tembus Belasan Ribu Rupiah. Siapkah Dompet Anda Menghadapi Dampaknya?
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, dalam keterangannya yang dikutip dari 55tv.co.id, menjelaskan bahwa penyesuaian harga ini merupakan hasil dari proses evaluasi yang komprehensif. "Penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green dilakukan setelah melalui proses evaluasi sesuai formula harga yang ditetapkan pemerintah," ujar Roberth.

Lebih lanjut, Roberth memaparkan bahwa keputusan ini diambil setelah dikoordinasikan secara intensif dengan pemerintah sebagai regulator. Proses evaluasi berkala mempertimbangkan berbagai faktor krusial, termasuk perkembangan harga minyak mentah dunia yang dinamis serta perhitungan harga pasar keekonomian yang berlaku.

Roberth juga menegaskan bahwa penyesuaian harga BBM non-subsidi ini sejalan dengan regulasi yang berlaku dan merupakan bagian integral dari implementasi tata kelola energi yang berkelanjutan. Tujuannya adalah untuk menjaga keseimbangan antara keberlangsungan bisnis perusahaan, kualitas layanan yang prima, serta kepastian pasokan energi bagi seluruh lapisan masyarakat. "Harga jual tersebut diputuskan dengan tetap dikoordinasikan dengan pemerintah sebagai regulator, dan menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan penyediaan energi dan distribusi BBM berkualitas bagi masyarakat terus berjalan optimal," pungkas Roberth.

Kenaikan harga BBM ini, meskipun diklaim sebagai langkah strategis dalam menjaga stabilitas energi, diperkirakan akan memicu diskusi lebih lanjut mengenai dampaknya terhadap laju inflasi dan daya beli masyarakat, terutama di tengah tantangan ekonomi global yang masih bergejolak. Para analis ekonomi kini tengah mencermati potensi efek domino dari kebijakan ini terhadap sektor transportasi, logistik, hingga harga kebutuhan pokok.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar