55 NEWS – Optimisme menyelimuti pasar keuangan nasional setelah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan proyeksi penguatan nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang signifikan. Purbaya memperkirakan mata uang Garuda akan kembali perkasa secara bertahap, dengan target mencapai rentang Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar AS pada tahun 2027. Sinyal positif ini diungkapkan dalam dokumen Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF), yang menjadi fondasi penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027.

Related Post
Purbaya menjelaskan, penguatan Rupiah diprediksi akan dimulai pada paruh kedua tahun 2026, tepatnya antara Juli hingga Desember. Saat ini, Rupiah telah menunjukkan tanda-tanda positif dengan berhasil menjauh dari level Rp18.000 per dolar AS. "Rupiah akan kembali menguat secara bertahap pada semester II-2026," tegas Purbaya dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (10/6/2026).

Meskipun demikian, Purbaya tidak menampik bahwa pelemahan nilai tukar Rupiah yang terjadi belakangan ini merupakan akumulasi dari tiga faktor utama. Pertama, guncangan sentimen global yang memicu kondisi risk-off di pasar finansial internasional, mendorong investor menarik dananya dari aset berisiko. Kedua, tekanan defisit dari pos transaksi berjalan (current account) yang menunjukkan impor lebih besar dari ekspor atau pendapatan dari luar negeri lebih kecil dari pembayaran ke luar negeri. Ketiga, tekanan dari transaksi finansial di dalam negeri.
Purbaya meyakini bahwa gejolak tersebut dapat dinetralisasi melalui komitmen bauran kebijakan terintegrasi antar-otoritas. Ini mencakup sinergi yang lebih solid antara kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan. Selain itu, penataan ulang regulasi arus modal masuk, perbaikan tata kelola Devisa Hasil Ekspor (DHE), serta pendalaman pasar keuangan diharapkan akan memperkuat pasokan valuta asing di dalam negeri. "Pemerintah optimis dengan sinergi dan koordinasi yang lebih solid antara kebijakan fiskal, moneter dan sektor keuangan, disertai dengan perbaikan tata kelola DHE, serta pendalaman pasar keuangan akan memperkuat pasokan valas di dalam negeri, ditambah dengan perbaikan kepercayaan investor," pungkas Purbaya.
Editor: Akbar soaks










Tinggalkan komentar