55 NEWS – PT Krakatau Bandar Samudera (KBS), entitas anak dari raksasa baja nasional Krakatau Steel, mengambil langkah strategis dalam mendukung visi pemerintah untuk mewujudkan Zero Over Dimension Over Load (ODOL) pada tahun 2027. Perusahaan ini tengah mempersiapkan layanan konektivitas logistik terintegrasi melalui pemanfaatan moda transportasi kereta api dan kapal laut, sebuah inisiatif krusial untuk menekan praktik angkutan ODOL yang merugikan infrastruktur dan efisiensi rantai pasok nasional.

Related Post
Noor Fuad, Direktur Utama KBS, menjelaskan bahwa perusahaannya akan mengoptimalkan jaringan distribusi barang dari berbagai kawasan industri menuju destinasi utama seperti Semarang dan Surabaya. Pendekatan multimoda ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan yang masif pada angkutan jalan raya, yang selama ini menjadi kontributor signifikan terhadap kemacetan parah dan kerusakan infrastruktur jalan di Indonesia. "Kami akan menyiapkan konektivitas ke Surabaya menggunakan kereta api dan kapal laut, baik kapal Roro maupun kapal kargo. Dengan begitu, kepadatan lalu lintas di jalan tol maupun jalan arteri yang selama ini cukup tinggi dapat dikurangi," tegas Noor Fuad pada Rabu (10/6/2026), seperti dilansir 55tv.co.id.

Lebih lanjut, Noor Fuad menekankan bahwa implementasi strategi ini tidak akan menunggu hingga tenggat waktu 2027. KBS berencana untuk memulai pengembangan layanan secara bertahap, sembari secara proaktif membangun pangsa pasar dan memperkuat kolaborasi strategis dengan berbagai mitra usaha. Pendekatan progresif ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam mempercepat transisi menuju sistem logistik yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Melalui skema transportasi multimoda ini, beragam jenis muatan, mulai dari produk baja, kargo umum (general cargo), pakan ternak, bahan pangan, hingga peti kemas, dapat diangkut dengan efisiensi tinggi. Keunggulan lainnya adalah biaya yang kompetitif, memberikan nilai tambah bagi para pelaku industri dan memperkuat daya saing rantai pasok nasional di tengah persaingan global.
Selain mendukung kelancaran distribusi logistik nasional dan mengurangi beban jalan raya, pemanfaatan moda transportasi kereta api dan kapal laut juga menawarkan manfaat signifikan dari perspektif lingkungan. Pengalihan volume angkutan dari jalan raya ke rel dan laut secara substansial mampu menekan emisi karbon, berkontribusi pada upaya mitigasi perubahan iklim dan menciptakan jejak karbon yang lebih rendah dibandingkan dengan dominasi angkutan darat yang berlebihan.
Editor: Akbar soaks








Tinggalkan komentar