55 NEWS – Indonesia semakin serius mengukuhkan posisinya dalam transisi energi bersih. Provinsi Lampung diproyeksikan menjadi garda terdepan dengan dimulainya pembangunan pabrik bioetanol berkapasitas masif 60.000 kiloliter per tahun. Proyek strategis ini, yang dijadwalkan akan dimulai pada tahun 2027, diharapkan tidak hanya memperkuat ketahanan energi nasional tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi regional.

Related Post
Investasi vital ini mengadopsi konsep multi-feedstock, sebuah pendekatan inovatif yang memungkinkan pemanfaatan beragam bahan baku. Mulai dari molase, sorgum, hingga limbah biomassa, semua akan dioptimalkan untuk produksi bioetanol. Tahap awal proyek akan diawali dengan penanaman sorgum varietas Enryu di lahan seluas 10 hektare sebagai proyek percontohan, menunjukkan komitmen terhadap keberlanjutan dan efisiensi sumber daya.

Setelah fase percontohan sukses, ekspansi komersial akan segera menyusul. Rencana ambisius mencakup penanaman sorgum varietas Enryu di area seluas 6.000 hektare di Lampung. Pembangunan fisik pabrik bioetanol dengan kapasitas 60.000 KL per tahun ditargetkan akan dimulai pada kuartal ketiga tahun 2027, dengan harapan dapat beroperasi penuh pada kuartal keempat tahun 2028. Linimasa yang ketat ini mencerminkan urgensi pemerintah dalam mengakselerasi program energi terbarukan.
Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Wakil Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Todotua Pasaribu, menegaskan alasan kuat di balik pemilihan Lampung sebagai lokasi sentral pengembangan bioetanol nasional. "Lampung memiliki ketersediaan bahan baku (feedstock) yang paling mumpuni untuk pengembangan bioetanol di Indonesia," ungkap Todotua dalam keterangan resminya pada Rabu (10/6/2026), seperti dilansir 55tv.co.id. Ia menambahkan, posisi geografis Lampung yang sangat strategis juga menjadi faktor penentu. "Lokasinya memungkinkan untuk memasok kebutuhan energi di Sumatera dan sebagian besar Jawa, yang notabene merupakan pusat konsumsi energi terbesar di Tanah Air," jelasnya, menyoroti keuntungan logistik dan pasar yang besar.
Proyek ini diharapkan akan menciptakan ribuan lapangan kerja, baik langsung maupun tidak langsung, serta memicu pertumbuhan sektor pertanian melalui peningkatan permintaan sorgum dan biomassa lainnya. Dengan demikian, pembangunan pabrik bioetanol di Lampung bukan sekadar investasi infrastruktur, melainkan sebuah lompatan besar menuju kemandirian energi dan pembangunan ekonomi berkelanjutan di Indonesia.
Editor: Akbar soaks










Tinggalkan komentar