Bukan Sekadar Estetika! Rp21 Miliar Disiapkan untuk ‘Harta Karun’ Solo, Ternyata Ini Tujuan Sebenarnya Pemerintah!

Bukan Sekadar Estetika! Rp21 Miliar Disiapkan untuk 'Harta Karun' Solo, Ternyata Ini Tujuan Sebenarnya Pemerintah!

55 NEWS – Pemerintah Republik Indonesia, melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), kembali menegaskan komitmennya dalam melestarikan warisan budaya bangsa dengan mengalokasikan dana investasi yang tidak sedikit, mencapai Rp21 miliar. Suntikan dana strategis ini ditujukan untuk revitalisasi zona inti kawasan Pura Mangkunegaran di Surakarta, sebuah langkah yang diprediksi tidak hanya akan mengembalikan kemegahan historisnya, tetapi juga berpotensi besar untuk memicu geliat ekonomi lokal dan sektor pariwisata.

COLLABMEDIANET

Plt. Direktur Jenderal Cipta Karya, Chandra R.P. Situmorang, dalam pernyataan resminya pada Selasa (16/6/2026), menjelaskan bahwa fokus utama dari program pemugaran ini akan mencakup area seluas 22.000 meter persegi, yang merupakan pusat vital dari istana Mangkunegaran. "Penting untuk digarisbawahi, ini adalah bangunan cagar budaya yang memiliki nilai historis tinggi. Pendekatan kami bukan merombak secara signifikan, melainkan melakukan ‘refresh’, perbaikan arsitektural yang teliti, serta penguatan struktur penyangga untuk menjamin ketahanan dan keberlanjutan bangunan," tegas Chandra, sebagaimana dilaporkan oleh 55tv.co.id.

Bukan Sekadar Estetika! Rp21 Miliar Disiapkan untuk 'Harta Karun' Solo, Ternyata Ini Tujuan Sebenarnya Pemerintah!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Berdasarkan hasil asesmen komprehensif yang telah dilakukan, titik intervensi terbesar akan difokuskan pada area Pendopo Ageng. Pengerjaan teknis di bagian ini akan menyasar pada perbaikan sebagian struktur atap yang krusial, pengecekan dan perbaikan plafon, serta optimalisasi performa struktur bangunan secara keseluruhan. Ini menunjukkan pendekatan yang cermat dan berorientasi pada pelestarian nilai otentik.

Saat ini, proyek revitalisasi zona inti Pura Mangkunegaran sedang memasuki tahapan proses tender yang kompetitif. Kementerian PUPR menargetkan penandatanganan kontrak dengan penyedia jasa spesialis bangunan bersejarah dapat terealisasi pada minggu kedua bulan Juli 2026. Proses tender ini tidak hanya menjamin kualitas pengerjaan, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi kontraktor dan tenaga ahli di bidang konservasi dan konstruksi.

"Estimasi biaya yang akan kami keluarkan mencapai sekitar Rp21 miliar. Kami berharap dan optimis bahwa seluruh pengerjaan dapat selesai dan tuntas dilaksanakan pada bulan Desember tahun ini," tambah Chandra, merujuk pada target penyelesaian proyek di akhir tahun 2026.

Dukungan finansial terhadap pelestarian keraton di Surakarta ini merupakan kelanjutan dari rekam jejak Kementerian PUPR dalam menjaga aset budaya nasional. Sebelumnya, pemerintah juga telah merampungkan dukungan perbaikan bangunan cagar budaya di kawasan Keraton Kasunanan Surakarta. Langkah berkelanjutan ini bukan sekadar pengeluaran anggaran, melainkan sebuah investasi jangka panjang dalam menjaga marwah bangunan bersejarah sebagai identitas tak ternilai dan kekayaan budaya bangsa yang berpotensi menjadi daya tarik pariwisata dan edukasi, sekaligus menggerakkan roda perekonomian daerah melalui peningkatan kunjungan wisatawan dan aktivitas ekonomi pendukung.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar