Bocor! Kementerian ESDM Beri Sinyal Kuat Penurunan Harga Pertamax Cs, Akankah Jadi Angin Segar Bagi Ekonomi Nasional?

Bocor! Kementerian ESDM Beri Sinyal Kuat Penurunan Harga Pertamax Cs, Akankah Jadi Angin Segar Bagi Ekonomi Nasional?

55 NEWS – Jakarta – Sebuah kabar potensial yang dinanti-nantikan masyarakat mencuat dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Sinyal kuat mengindikasikan bahwa harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi, termasuk jenis Pertamax dan sejenisnya, berpeluang mengalami penurunan. Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, menegaskan bahwa dinamika harga komoditas energi global, khususnya minyak mentah, menjadi faktor penentu utama dalam fluktuasi harga BBM di dalam negeri.

COLLABMEDIANET

Dalam konferensi pers yang digelar di Kantor Bakom RI, Jakarta Pusat, pada Rabu (17/6/2026), Dwi Anggia secara lugas menyatakan, "Apakah bisa turun? Pasti. Ketika harga minyak dunia turun, sudah bisa dipastikan harga BBM nonsubsidi juga akan turun." Pernyataan ini sontak menjadi sorotan, mengingat harapan masyarakat akan keringanan beban pengeluaran di tengah berbagai tantangan ekonomi.

Bocor! Kementerian ESDM Beri Sinyal Kuat Penurunan Harga Pertamax Cs, Akankah Jadi Angin Segar Bagi Ekonomi Nasional?
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Dwi menambahkan, pemerintah senantiasa dihadapkan pada tantangan untuk menjaga keseimbangan krusial antara daya beli masyarakat dan keberlanjutan pasokan BBM nasional. Kebijakan harga harus mampu mengakomodasi kedua aspek tersebut demi stabilitas ekonomi makro.

Oleh karena itu, ketika terjadi lonjakan harga minyak mentah di pasar global, badan usaha penyedia BBM dituntut untuk melakukan penyesuaian harga. Hal ini krusial guna memastikan kelancaran distribusi dan ketersediaan stok bahan bakar di seluruh pelosok negeri. "Jika harga bahan baku di pasar internasional naik, namun pelaku usaha tidak dapat menyesuaikan harga jual, maka ketersediaan produk di pasar akan terganggu," jelas Dwi, mengilustrasikan dilema yang dihadapi.

Lebih lanjut, Dwi memaparkan bahwa pemerintah telah mengerahkan upaya maksimal untuk menahan laju kenaikan harga BBM nonsubsidi. Kebijakan ini bertujuan untuk meredam dampak inflasi langsung terhadap masyarakat dan melindungi daya beli di tengah gejolak ekonomi global.

Langkah strategis ini, menurut Dwi, merupakan implementasi dari arahan langsung Presiden Prabowo Subianto yang berkomitmen kuat untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional dan daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian global. "Bila kita bandingkan dengan negara-negara tetangga di kawasan, mereka telah lebih dulu melakukan penyesuaian harga. Namun, di bulan April lalu, sesuai arahan Presiden, pemerintah berupaya keras untuk mempertahankan stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat," pungkas Dwi, merujuk pada kebijakan penundaan kenaikan harga yang sempat diambil.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar