55 NEWS – Sektor penerbangan di Bali dan Nusa Tenggara dipastikan memiliki pasokan avtur yang semakin solid menyongsong masa depan. Kolaborasi strategis antara PT Elnusa Petrofin (EPN), anak usaha PT Elnusa Tbk (ELSA) yang merupakan bagian dari Subholding Upstream Pertamina, dengan PT Pertamina Patra Niaga, telah memulai implementasi proyek aviasi Bali-Nusa Tenggara. Penanda dimulainya proyek ini, atau yang dikenal sebagai ‘go live’, berlangsung di Aviation Fuel Terminal (AFT) Bandara Internasional Lombok (BIL), Nusa Tenggara Barat, pada Selasa, 16 Juni 2026.

Related Post
Langkah sinergis ini bukan sekadar perluasan operasional, melainkan sebuah strategi krusial untuk memperkuat keandalan rantai pasok bahan bakar aviasi di wilayah Bali dan Nusa Tenggara. Kawasan ini dikenal sebagai salah satu Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) yang vital bagi ekonomi nasional. Lebih jauh, inisiatif ini menegaskan komitmen Pertamina Group dalam menjaga kelancaran distribusi energi demi mendukung sektor penerbangan nasional.

Di tengah tren peningkatan mobilitas udara dan kebutuhan konektivitas antarwilayah yang kian mendesak, jaminan distribusi aviation fuel yang andal menjadi fondasi esensial. Ini tidak hanya menopang aktivitas ekonomi dan pariwisata, tetapi juga menjadi pilar penting dalam pembangunan nasional secara keseluruhan.
Implementasi proyek aviasi Bali-Nusa Tenggara ini juga menandai penguatan pencapaian (milestone) Elnusa Petrofin dalam mendukung logistik energi untuk sektor aviasi nasional. Direktur Operasi & Marketing Elnusa Petrofin, Ferdiansyah, mengungkapkan bahwa perluasan amanah ini merupakan refleksi dari kepercayaan yang telah terbangun berkat konsistensi perusahaan. Kepercayaan tersebut didasari oleh layanan operasional yang unggul, budaya keselamatan yang kokoh, serta kolaborasi berkelanjutan dengan seluruh pemangku kepentingan.
Ferdiansyah, dalam keterangannya di Jakarta pada Rabu (17/6/2026), menegaskan, "Implementasi proyek aviasi Bali-Nusa Tenggara bukan sekadar perluasan cakupan operasional, melainkan bagian dari upaya kami untuk terus memperkuat keandalan rantai pasok energi nasional melalui layanan logistik energi yang terintegrasi, adaptif, dan berkelanjutan." Ia menambahkan bahwa rekam jejak Elnusa Petrofin dalam mendukung operasional aviation fuel di berbagai wilayah Indonesia menjadi landasan krusial untuk terus meningkatkan kualitas layanan di masa mendatang.
"Kami meyakini bahwa keandalan distribusi energi tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur dan teknologi canggih, tetapi juga oleh kompetensi sumber daya manusia, disiplin operasional yang tinggi, budaya keselamatan yang kuat, serta sinergi yang erat di seluruh rantai nilai," pungkas Ferdiansyah.
Editor: Akbar soaks










Tinggalkan komentar