55 NEWS – Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, baru-baru ini mengungkapkan substansi diskusi krusial antara Presiden Prabowo Subianto dan jajaran direksi serta komisaris lima bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) yang berlangsung di Istana Kepresidenan. Pertemuan strategis ini, menurut Rosan, menggarisbawahi peran vital perbankan negara dalam arsitektur perekonomian nasional.

Related Post
Dalam forum tersebut, yang dihadiri oleh seluruh pucuk pimpinan dari Bank Mandiri, BNI, BRI, BSI, dan BTN, Presiden Prabowo secara tegas menggarisbawahi urgensi kontribusi perbankan BUMN dalam mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi serta memperluas jangkauan akses pembiayaan, terutama bagi sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Rosan, yang juga menjabat sebagai CEO Danantara, menjelaskan kepada 55tv.co.id pada Kamis (18/6/2026) bahwa "perbankan Himbara adalah komponen fundamental dalam dinamika perekonomian Indonesia. Mereka bukan sekadar entitas bisnis murni, melainkan memiliki kapasitas untuk memengaruhi dan membentuk arah kebijakan ekonomi nasional."
Lebih lanjut, Rosan memaparkan bahwa Presiden Prabowo turut menyoroti skala dan dominasi Himbara dalam lanskap ekonomi nasional. Total kapitalisasi pasar kelima bank Himbara ini, menurut Rosan, mencapai angka fantastis sekitar Rp1.100 triliun, sebuah nilai yang merepresentasikan sekitar 10% dari total kapitalisasi pasar seluruh perusahaan di Indonesia.
Dalam arahan yang lebih spesifik, Rosan mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo menginginkan adanya afirmasi perlakuan terhadap pelaku UMKM. Secara eksplisit, Presiden menghendaki agar suku bunga kredit bagi UMKM dapat disetarakan, bahkan idealnya lebih rendah, dibandingkan dengan suku bunga yang dikenakan kepada korporasi besar.
Penekanan ini didasari pada fakta bahwa UMKM seringkali menghadapi beban suku bunga yang lebih tinggi dibandingkan entitas korporasi raksasa. "Suku bunga bagi UMKM harus berada pada level yang sama, atau bahkan lebih rendah, karena dampak langsungnya sangat dirasakan oleh masyarakat luas, khususnya para pelaku UMKM itu sendiri," pungkas Rosan, menegaskan visi keadilan ekonomi yang diusung Presiden.
Editor: Akbar soaks








Tinggalkan komentar