Geger! Harga BBM Non-Subsidi Pertamina dan BP Meroket Tajam di Pertengahan Juni 2026: Siap-siap Anggaran Baru, Ini Rincian Lengkap Kenaikan yang Bikin Dompet Menjerit!

Geger! Harga BBM Non-Subsidi Pertamina dan BP Meroket Tajam di Pertengahan Juni 2026: Siap-siap Anggaran Baru, Ini Rincian Lengkap Kenaikan yang Bikin Dompet Menjerit!

55 NEWS – Konsumen bahan bakar non-subsidi di Indonesia kembali dihadapkan pada penyesuaian harga yang signifikan. PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya, Pertamina Patra Niaga, serta SPBU BP, secara kompak menaikkan harga jual produk BBM mereka di pertengahan Juni 2026. Kenaikan ini, yang berlaku efektif pada tanggal-tanggal berbeda, diprediksi akan memberikan dampak langsung pada pengeluaran harian masyarakat serta berpotensi memicu gelombang inflasi pada sektor-sektor terkait.

COLLABMEDIANET

Sejak Rabu, 10 Juni 2026, Pertamina memberlakukan harga baru untuk dua jenis BBM non-subsidi unggulannya. Pertamax kini dibanderol Rp16.250 per liter, melonjak tajam Rp3.950 dari harga sebelumnya Rp12.300 per liter. Tak ketinggalan, Pertamax Green juga mengalami kenaikan fantastis sebesar Rp4.100, dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter. Roberth MV Dumatubun, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, menjelaskan kepada 55tv.co.id bahwa "penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green dilakukan setelah melalui proses evaluasi sesuai formula harga yang ditetapkan pemerintah." Pernyataan ini mengindikasikan bahwa fluktuasi harga minyak mentah global, nilai tukar rupiah, serta biaya operasional, kemungkinan besar menjadi faktor penentu dalam penyesuaian ini.

Geger! Harga BBM Non-Subsidi Pertamina dan BP Meroket Tajam di Pertengahan Juni 2026: Siap-siap Anggaran Baru, Ini Rincian Lengkap Kenaikan yang Bikin Dompet Menjerit!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Tak mau ketinggalan, SPBU BP juga turut menyesuaikan harga jual produknya. BBM jenis BP 92 kini dipatok Rp16.670 per liter, naik dari Rp12.390 per liter. Sementara itu, BP Ultimate juga mengalami kenaikan signifikan, dari Rp12.930 per liter menjadi Rp17.240 per liter. Kenaikan harga dari dua operator besar ini menunjukkan adanya tren pasar yang seragam di segmen BBM non-subsidi.

Di tengah gejolak ini, SPBU Shell terpantau masih mempertahankan harga jual untuk Shell V-Power Diesel di angka Rp24.490 per liter, yang berlaku sejak 1 Juni 2026. Sementara itu, SPBU Vivo belum merilis pembaruan harga BBM untuk periode Juni 2026, menyisakan pertanyaan tentang potensi pergerakan harga di kemudian hari dan bagaimana mereka akan merespons dinamika pasar yang ada.

Kenaikan harga BBM non-subsidi ini, meskipun tidak langsung memengaruhi harga BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Solar, tetap memiliki potensi efek domino yang luas. Sektor transportasi logistik, yang banyak menggunakan BBM non-subsidi untuk operasionalnya, mungkin akan menyesuaikan tarif angkut, yang pada akhirnya dapat mendorong inflasi pada harga barang dan jasa di tingkat konsumen. Para pengamat ekonomi dari 55tv.co.id memprediksi bahwa pemerintah perlu mencermati dampak jangka panjang dari penyesuaian harga ini terhadap daya beli masyarakat, terutama di tengah tantangan ekonomi global. Kebijakan energi yang transparan, adaptif terhadap dinamika pasar global, serta berpihak pada stabilitas ekonomi makro dan kesejahteraan rakyat, menjadi kunci untuk menjaga keseimbangan di tengah fluktuasi harga komoditas energi.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar