55 NEWS – Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Perkasa Roeslani, yang juga menjabat CEO Danantara, mengisyaratkan potensi besar bagi Hotel Sultan di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, untuk diruntuhkan. Langkah drastis ini, menurut Rosan, bukan sekadar pembongkaran, melainkan bagian dari visi besar untuk menciptakan sebuah "ikon baru" yang akan mengangkat citra dan daya saing pariwisata Indonesia di kancah global.

Related Post
Dalam sebuah pernyataan kepada awak media di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Senin (22/6/2026) lalu, Rosan secara tegas menjawab pertanyaan mengenai nasib Hotel Sultan. "Pada akhirnya iya, begitu ya (akan dirobohkan)," ujarnya, mengkonfirmasi spekulasi yang beredar. Ia menekankan bahwa area bekas Hotel Sultan ini akan mengalami transformasi menyeluruh, menjadi pilar utama dalam penataan kawasan GBK yang lebih modern dan terintegrasi.

"Rencananya, ini akan kita jadikan ikon baru bagi Indonesia," papar Rosan. Transformasi ini tidak hanya berfokus pada bangunan hotel itu sendiri, melainkan mencakup desain ulang komprehensif seluruh area GBK. Proyek ambisius ini akan merombak total kawasan seluas kurang lebih 200 hektar, termasuk lapangan golf yang ada di dalamnya, menjadi sebuah destinasi terpadu yang diharapkan mampu menarik perhatian dunia dan mendorong investasi di sektor pariwisata.
Lebih lanjut, Rosan menjelaskan bahwa pengembangan ini bukan semata-mata proyek fisik. Di baliknya, terdapat strategi ekonomi makro yang bertujuan untuk meningkatkan daya saing sektor pariwisata nasional secara signifikan. Indonesia, menurutnya, masih menghadapi tantangan serius dalam menarik wisatawan mancanegara.
"Jumlah kunjungan wisatawan kita masih tertinggal jauh dibandingkan negara-negara tetangga di ASEAN seperti Malaysia, Thailand, dan Singapura," ungkap Rosan. Selain volume kunjungan, tingkat pengeluaran rata-rata wisatawan atau average spending di Indonesia juga dinilai masih perlu didongkrak. Dengan menciptakan ikon baru dan menata ulang kawasan GBK secara holistik, pemerintah berharap dapat meningkatkan daya tarik Indonesia sebagai destinasi wisata premium, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi melalui sektor pariwisata.
Transformasi Hotel Sultan menjadi ikon baru ini diharapkan tidak hanya menjadi magnet bagi turis, tetapi juga menjadi etalase investasi yang menunjukkan komitmen Indonesia dalam mengembangkan infrastruktur pariwisata berkelas dunia. Ini adalah langkah strategis untuk menempatkan Indonesia pada peta persaingan pariwisata global yang semakin ketat, sekaligus membuka peluang investasi baru yang masif demi kemajuan ekonomi nasional.
Editor: Akbar soaks










Tinggalkan komentar