55 NEWS – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) dikabarkan tengah serius mengkaji opsi strategis pembelian kembali saham (buyback). Langkah korporasi ini tidak hanya bertujuan untuk mendukung program kepemilikan saham bagi karyawan, tetapi juga untuk memaksimalkan nilai bagi pemegang saham di tengah fundamental perusahaan yang kokoh. Rencana buyback ini direncanakan akan masuk dalam revisi Rencana Bisnis Bank (RBB) yang akan datang, menyusul dorongan dari Danantara untuk optimalisasi nilai.

Related Post
Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, menjelaskan bahwa pertimbangan untuk melakukan buyback didasari oleh beberapa faktor krusial. Salah satunya adalah porsi saham publik BBTN yang saat ini telah mencapai batas minimum yang ditetapkan. Selain itu, valuasi saham perseroan dinilai masih berada di bawah harga wajar atau tergolong undervalued.

"Saat ini harga saham BBTN sudah cukup undervalued, sehingga kemungkinan yang bisa kami kaji adalah pembelian saham untuk kebutuhan program karyawan seperti bonus atau stock option. Saat ini belum masuk dalam Rencana Bisnis Bank [RBB], tetapi akan kami coba kaji untuk dimasukkan dalam revisi RBB," ujar Nixon dalam keterangannya, seperti dikutip 55tv.co.id pada Rabu (24/6/2026).
Nixon menambahkan, rencana tersebut sejalan dengan pandangan Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria. Dony menilai bahwa buyback merupakan langkah korporasi yang wajar dan bijaksana bagi perusahaan dengan fundamental yang kuat, namun harga sahamnya sedang mengalami tekanan.
"Buyback itu sebenarnya proses yang normal. Kalau kita melihat saham kita terlalu rendah, tentu bisa menjadi pilihan. Daripada investasi di tempat lain, lebih baik kita investasi pada saham perusahaan sendiri apabila memang fundamentalnya kuat," ungkap Dony baru-baru ini.
Lebih lanjut, Dony menekankan bahwa sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN), termasuk di sektor perbankan, memiliki potensi besar untuk terus menciptakan nilai tambah bagi para pemegang saham. Hal ini didukung oleh fondasi bisnis yang solid dan prospek pertumbuhan yang menjanjikan di masa depan. Dengan demikian, aksi buyback dapat menjadi instrumen efektif untuk merefleksikan nilai intrinsik perusahaan dan memberikan keuntungan lebih bagi investor.
Editor: Akbar soaks










Tinggalkan komentar