55 NEWS – PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) atau InJourney Airports Kantor Cabang Bandara Internasional Soekarno-Hatta mengumumkan langkah strategis yang akan mengubah wajah layanan ibadah umrah. Mulai 1 Juli 2026, seluruh proses keberangkatan jemaah umrah rombongan yang difasilitasi Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) akan dipusatkan secara bertahap di Terminal Khusus Haji dan Umrah 2F. Kebijakan ini menandai era baru dalam efisiensi dan kenyamanan perjalanan spiritual dari Indonesia.

Related Post
Inisiatif ini bukan sekadar perubahan lokasi, melainkan bagian dari komitmen berkelanjutan InJourney Airports untuk meningkatkan kualitas pelayanan bagi jemaah. Peningkatan fasilitas ini juga sejalan dengan amanat Surat Edaran Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Nomor SE-DJPU 12 Tahun 2026, yang mengatur layanan penumpang angkutan udara haji dan umrah melalui terminal khusus tersebut. Regulasi ini menjadi landasan kuat bagi optimalisasi infrastruktur dan prosedur demi pengalaman ibadah yang lebih baik.

General Manager Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Heru Karyadi, menegaskan bahwa pemusatan keberangkatan ini merupakan wujud visi untuk menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih premium, tertib, dan terstruktur. "Terminal Khusus Haji dan Umrah 2F telah dipersiapkan secara optimal melalui investasi fasilitas dan dukungan operasional yang dirancang khusus. Kami bertekad memastikan setiap jemaah memperoleh pelayanan terbaik sejak langkah pertama perjalanan ibadahnya, menciptakan kesan positif yang berkesinambungan," ujar Heru, seperti dikutip dari 55tv.co.id.
Dengan luas mencapai 27.418 meter persegi, terminal ini dirancang sebagai infrastruktur modern yang mengakomodasi kebutuhan jemaah dan keluarga pengantar. Fasilitas unggulan meliputi ruang tunggu berkapasitas masif hingga 3.000 orang, serta masjid seluas 3.136 meter persegi yang mampu menampung sekitar 1.000 jemaah. Desain ini memastikan kenyamanan maksimal, mengurangi kepadatan, dan memperlancar alur keberangkatan, sekaligus memberikan ruang yang cukup untuk persiapan spiritual sebelum terbang.
Langkah ini tidak hanya meningkatkan pengalaman individu jemaah, tetapi juga berpotensi memberikan dampak positif signifikan terhadap ekosistem pariwisata religi nasional. Dengan efisiensi operasional yang lebih baik dan citra layanan yang prima, Bandara Soekarno-Hatta diharapkan dapat memperkuat posisinya sebagai hub utama keberangkatan umrah di Asia Tenggara, menarik lebih banyak PPIU dan jemaah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi sektor terkait seperti transportasi, akomodasi, dan perdagangan oleh-oleh. Pemusatan ini juga dapat meningkatkan daya saing Indonesia dalam layanan haji dan umrah di kancah global.
Pemusatan layanan ini merupakan investasi jangka panjang dalam kualitas dan reputasi layanan umrah Indonesia. Diharapkan, dengan fasilitas dan sistem yang terintegrasi, perjalanan spiritual para jemaah akan semakin lancar, aman, dan berkesan, sejalan dengan standar internasional yang diusung InJourney Airports.
Editor: Akbar soaks










Tinggalkan komentar