55tv.co.id – Kabar gembira datang dari sektor investasi Indonesia. Pure Battery Technologies PBT investor asal Australia siap menggelontorkan dana fantastis senilai 350 juta dolar Amerika Serikat atau setara 62 triliun rupiah. Dana jumbo ini dialokasikan untuk membangun pabrik precursor Cathode Active Material pCAM di tanah air sebuah langkah strategis yang akan mengubah peta industri baterai kendaraan listrik nasional.

Related Post
Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu menegaskan kehadiran PBT sangat vital. Investasi ini disebut sebagai kepingan puzzle terakhir yang akan melengkapi rantai pasok ekosistem baterai kendaraan listrik di Indonesia. Saat ini Indonesia telah memiliki fasilitas HPAL dan dalam waktu dekat akan menyusul pabrik sel baterai. Namun mata rantai pCAM dan katoda masih menjadi celah yang perlu diisi.

Menurut Todotua pembangunan industri pCAM akan menjadi pendorong utama hilirisasi nikel. Ini bukan sekadar menambah jumlah pabrik tetapi juga mendongkrak nilai tambah komoditas nikel secara signifikan di dalam negeri. Selama ini tahapan produksi prekursor baterai merupakan segmen dengan potensi penciptaan nilai ekonomi tertinggi namun belum tergarap optimal di Indonesia.
Dengan hadirnya sentra manufaktur pCAM ini Indonesia tidak lagi hanya berperan sebagai penyuplai bahan mentah nikel. Lebih dari itu negara ini akan bertransformasi menjadi produsen material bernilai tinggi yang esensial bagi kebutuhan industri baterai kendaraan listrik global. Ini adalah lompatan besar menuju kemandirian industri dan posisi strategis Indonesia di pasar kendaraan listrik dunia.










Tinggalkan komentar