55tv.co.id – Bendahara Negara Purbaya Yudhi Sadewa akhirnya menepis berbagai spekulasi mengenai lokasi pembangunan Pusat Finansial Internasional (PFI) Indonesia. Purbaya menegaskan bahwa perhatian pemerintah saat ini sepenuhnya terfokus pada Pulau Dewata Bali, yang dinilai sebagai kandidat paling kuat untuk menjadi sentra keuangan global tersebut.

Related Post
Menurut Pimpinan Kementerian Keuangan, hingga kini belum ada proposal resmi atau informasi mengenai opsi wilayah lain di luar Bali yang masuk ke mejanya. Pemerintah bertekad untuk memilih titik geografis yang paling strategis dan memiliki daya pikat tinggi, demi menjamin kenyamanan operasional bagi para investor internasional.

"Pembahasan masih terus berjalan, mungkin ada beberapa area di Bali yang menjadi pilihan. Namun, yang pasti, kami akan mencari lokasi yang paling kondusif bagi pelaku pasar global," ujar Purbaya usai menghadiri rapat kerja Komisi XI DPR, baru-baru ini.
Mengenai kemungkinan pengembangan proyek ini ke wilayah padat ekonomi seperti Pulau Jawa, Purbaya menyatakan bahwa pihaknya belum bisa memberikan kepastian. Ia juga secara tegas menampik kabar angin yang menyebutkan bahwa pusat finansial internasional ini akan disatukan dengan lingkungan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur.
"Untuk Pulau Jawa, saya belum memiliki informasi. Begitu pula dengan IKN, sejauh ini belum ada dalam rancangan pengembangan," tegas Purbaya.
Pernyataan Purbaya ini sejalan dengan visi yang sebelumnya telah disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, memperkuat sinyal bahwa Bali memang menjadi primadona dalam rencana besar ini.








Tinggalkan komentar