55tv.co.id – Rupiah menunjukkan taringnya di hadapan dolar Amerika Serikat mengakhiri perdagangan Jumat 3 Juli 2026 dengan perkasa. Mata uang Garuda ini melonjak 32 poin atau sekitar 018 persen menutup sesi di level Rp17963 per dolar AS. Kenaikan signifikan ini tentu memancing pertanyaan besar faktor apa yang sebenarnya mendorong penguatan rupiah di tengah dinamika global.

Related Post
Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi mengungkapkan bahwa serangkaian sentimen eksternal menjadi pemicu utama. Salah satu sorotan utama tertuju pada perundingan alot antara Washington dan Teheran. Presiden AS Donald Trump sempat melontarkan pernyataan optimis bahwa Iran telah menyetujui hampir semua tuntutan yang dibutuhkan AS menandakan kemajuan dalam diskusi.

Namun optimisme tersebut segera dibayangi oleh laporan dari Wall Street Journal. Media tersebut menyebutkan bahwa Teheran menolak proposal untuk melepaskan klaimnya atas Selat Hormuz. Penolakan ini terjadi meskipun Washington menawarkan insentif finansial termasuk akses terhadap miliaran dolar dana Iran yang selama ini dibekukan demi mengamankan jalur bebas hambatan melalui koridor maritim strategis tersebut.
Sinyal yang saling bertolak belakang ini sontak menjaga ketegangan geopolitik tetap tinggi di benak para pelaku pasar. Meskipun kekhawatiran akan gangguan langsung terhadap pasokan minyak mentah dari Teluk mulai mereda pasar kini dengan cermat mengamati perkembangan lebih lanjut dari perundingan AS-Iran arus minyak mentah Teluk dan tanda-tanda pemulihan permintaan setelah libur akhir pekan di Amerika Serikat untuk mencari arah baru bagi harga minyak.
Tidak hanya itu data ketenagakerjaan dari Biro Statistik Tenaga Kerja AS BLS juga turut memberikan tekanan pada dolar. Ekonomi AS tercatat hanya menambah 57000 pekerjaan pada bulan Juni jauh di bawah ekspektasi pasar yang mematok angka 110000. Parahnya lagi data penggajian bulan Mei juga direvisi turun menjadi 129000 dari laporan sebelumnya yang mencapai 172000. Angka-angka mengecewakan ini semakin memperlemah posisi dolar AS dan memberikan ruang bagi rupiah untuk menunjukkan kekuatannya.










Tinggalkan komentar