55tv.co.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa baru-baru ini mengungkap visi ambisius pemerintah untuk membawa Indonesia menempati posisi lima besar kekuatan ekonomi global pada tahun 2045. Target monumental ini diproyeksikan terwujud dengan capaian Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai kisaran 5 triliun dolar Amerika Serikat, diiringi pendapatan per kapita yang melampaui angka 15.000 dolar AS. Ini adalah bagian dari cita-cita besar Indonesia Emas 2045.

Related Post
Purbaya menegaskan bahwa fondasi utama untuk merealisasikan impian tersebut adalah ketersediaan sumber daya manusia (SDM) yang tidak hanya unggul dan produktif, tetapi juga tanggap serta adaptif terhadap pesatnya perkembangan teknologi. Kualitas SDM menjadi penentu arah transformasi ekonomi bangsa.

"Dengan penerapan kebijakan fiskal yang berlandaskan disiplin, pemerintah secara konsisten mengoptimalkan berbagai potensi strategis yang dimiliki Indonesia," ujar Purbaya dalam kuliah umum di Universitas Diponegoro, Semarang. Ia menambahkan, posisi geografis yang menguntungkan, kekayaan sumber daya alam melimpah, hingga bonus demografi yang merupakan anugerah besar, semuanya menjadi modal vital menuju puncak kejayaan Indonesia di tahun 2045.
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) digariskan sebagai instrumen vital. Pengelolaannya tidak hanya berfungsi menjaga stabilitas makroekonomi, tetapi juga secara progresif memperkuat investasi pada sektor pengembangan sumber daya manusia. Seluruh tata kelola fiskal ini dijalankan berlandaskan amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945, demi mewujudkan kemakmuran rakyat melalui postur keuangan negara yang sehat dan berkelanjutan.
Untuk melahirkan talenta-talenta yang akan menjadi motor penggerak transformasi ekonomi, pemerintah mengintegrasikan pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, rekayasa, dan matematika (STEM) dengan disiplin ilmu sosial, humaniora, seni, keagamaan, serta ekonomi. Pendekatan holistik ini diharapkan mampu mencetak generasi yang kompeten dan berdaya saing global.










Tinggalkan komentar