55tv.co.id – Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Bakrie melontarkan prediksi berani. Ia yakin Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tak hanya pulih dari gejolak, namun akan melejit melampaui puncak tertingginya dalam kurun waktu tiga tahun ke depan. Pernyataan ini muncul di tengah dinamika pasar saham domestik yang sempat diwarnai sentimen global dan perhatian dari lembaga penyedia indeks internasional.

Related Post
Anindya menegaskan keyakinannya didasari landasan ekonomi Indonesia yang kokoh. Menurutnya, posisi Tanah Air unggul di antara negara G20 berkat pertumbuhan ekonomi yang stabil, inflasi terkendali, dan ruang fiskal yang masih lapang. "Dalam tiga tahun, indeks bukan hanya kembali normal, tapi akan jauh lebih tinggi dari sebelumnya. Fondasi kita sangat kuat," ujarnya usai IPO RANS di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jumat (10/7/2026).

Ia menambahkan, rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia masih tergolong rendah, memberikan kapasitas fiskal yang memadai. Fluktuasi IHSG dan pelemahan rupiah, lanjut Anindya, adalah dampak lumrah dari pasar keuangan global yang saling terhubung. Oleh karena itu, gejolak jangka pendek tak perlu terlalu dikhawatirkan selama fundamental ekonomi tetap terjaga.
"Yang menentukan pada akhirnya adalah fundamental jangka panjang. Gejolak itu biasa, bagian dari pasar yang likuid dan dinamis," jelasnya. Anindya menekankan pentingnya pemerintah dan dunia usaha fokus pada upaya mempertahankan pertumbuhan ekonomi, mengendalikan laju inflasi, memperkuat konsumsi domestik, serta menggenjot ekspor impor dan investasi, baik dari dalam maupun luar negeri.










Tinggalkan komentar