55tv.co.id – Pergerakan nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan publik setelah menyentuh angka 18 ribu per dolar Amerika Serikat pada Jumat 10 Juli 2026 Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto segera angkat bicara menepis kekhawatiran dan menegaskan fundamental ekonomi Indonesia tetap kokoh

Related Post
Airlangga menjelaskan bahwa di tengah fluktuasi global kinerja rupiah masih menunjukkan ketahanan kuat Rupiah berhasil terkerek 63 poin atau sekitar 0 koma 35 persen menutup perdagangan pada level 18 ribu 65 rupiah per dolar AS Menurutnya sejumlah indikator makroekonomi menjadi penopang utama

Data pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5 koma 61 persen serta neraca perdagangan yang positif sepanjang enam bulan pertama tahun ini menjadi bukti nyata kekuatan ekonomi nasional tegas Airlangga saat ditemui usai agenda KADIN Diplomatic Economic Breakfast di Jakarta
Mengenai defisit neraca dagang pada Juni lalu Airlangga meluruskan bahwa hal itu bukan cerminan penurunan daya saing ekspor Indonesia Defisit tersebut lebih disebabkan oleh lonjakan harga impor bahan bakar minyak BBM di pasar global yang memang sempat meroket
Lebih lanjut Airlangga memastikan bahwa kinerja ekspor komoditas utama seperti kelapa sawit batu bara dan ferro alloy tetap stabil tidak mengalami perubahan drastis dibandingkan bulan Mei lalu Ia juga menambahkan bahwa pemerintah terus berkomitmen menjaga inflasi pada kisaran 2 koma 5 persen dengan rentang satu persen
Sebagai langkah proaktif pemerintah juga tengah menyiapkan berbagai insentif termasuk pembebasan bea masuk atau nol persen untuk bahan baku plastik bagi industri kimia Peraturan Menteri Keuangan PMK terkait kebijakan ini sedang dalam proses finalisasi menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi










Tinggalkan komentar