55tv.co.id – Presiden Prabowo Subianto secara gamblang membeberkan alasan krusial di balik inisiasi pembentukan 81 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih atau Kopdes Merah Putih. Langkah strategis ini, menurutnya, adalah upaya masif pemerintah untuk membebaskan masyarakat pedesaan dari cengkeraman rentenir yang selama ini membebani petani dengan bunga pinjaman yang mencekik.

Related Post
Dalam peringatan puncak Hari Koperasi ke-79 tahun 2026, Prabowo menyoroti paradoks yang dihadapi sektor pertanian. Meskipun hasil panen meningkat, kesejahteraan petani belum sepenuhnya terjamin. Banyak dari mereka masih terpaksa meminjam uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari selama menunggu masa panen yang memakan waktu sekitar 100 hari.

"Selama 100 hari itu, laporan yang saya terima menunjukkan banyak keluarga petani membutuhkan dana untuk keperluan mendesak seperti biaya anak sakit, pendidikan, atau perbaikan mendadak. Mereka terpaksa meminjam dari lintah darat dengan bunga yang sangat tidak masuk akal, kadang mencapai satu persen per hari. Ini membuat mereka seumur hidup sulit bangkit dari kemiskinan," tegas Prabowo.
Melihat kondisi memprihatinkan tersebut, Prabowo mengungkapkan bahwa di awal masa kepemimpinannya, pemerintah mengambil kebijakan berani dengan menghapus utang bagi jutaan petani yang tidak mampu melunasi kewajiban mereka.
Kebijakan ini bukan tanpa dasar. Prabowo membandingkan nasib petani kecil dengan pengusaha besar. "Banyak pengusaha besar yang tidak membayar utang triliunan rupiah. Mereka bisa menggunakan berbagai istilah seperti restrukturisasi untuk menghindari pembayaran. Namun, rakyat kecil tidak memiliki akses atau kesempatan yang sama untuk mendapatkan keringanan seperti itu," pungkasnya, menegaskan komitmen pemerintah untuk keadilan ekonomi bagi seluruh lapisan masyarakat.










Tinggalkan komentar