55tv.co.id – Perum Bulog mengumumkan kesiapsiagaan pasokan beras luar biasa mencapai puluhan ribu ton untuk menopang kebutuhan pangan di Nusa Tenggara Timur NTT yang tengah dilanda bencana alam. Langkah cepat ini diambil demi memastikan ketersediaan logistik krusial bagi masyarakat terdampak.

Related Post
Total cadangan beras yang disiapkan mencapai 93.782 ton. Jumlah fantastis ini berasal dari gabungan stok yang sudah ada di wilayah NTT serta dukungan mobilisasi antardaerah dari sejumlah kantor wilayah Bulog terdekat. Ini merupakan upaya komprehensif untuk menjamin tidak ada kelangkaan pangan di tengah situasi darurat.

Berdasarkan data terkini per akhir Agustus stok fisik beras yang siap didistribusikan di NTT tercatat sebanyak 26.336 ton. Untuk memperkuat persediaan tersebut Bulog menerapkan skema Movement Nasional Movenas dengan mendatangkan 67.446 ton beras tambahan. Pasokan ini didatangkan dari Kantor Wilayah DKI Jakarta-Banten Jawa Timur Sulawesi Selatan-Sulawesi Barat hingga Nusa Tenggara Barat.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan dedikasi perusahaan dalam menjalankan amanat pemerintah. Ia menekankan pentingnya kecepatan dan ketepatan distribusi dalam menanggulangi situasi darurat bencana. "Dalam situasi bencana kecepatan dan ketepatan distribusi menjadi sangat penting agar kebutuhan pangan masyarakat dapat segera terpenuhi" ujar Ahmad dalam keterangan resminya.
Dengan terlaksananya seluruh rencana mobilisasi antardaerah ini total beras yang disiagakan untuk penanganan bencana di NTT secara keseluruhan mencapai 93.782 ton. Kesiapsiagaan cadangan strategis ini bertujuan ganda yakni menjamin kebutuhan pangan warga terdampak sekaligus mengantisipasi potensi bencana lanjutan atau perpanjangan status tanggap darurat.
Analisis Bulog memperkirakan kebutuhan beras untuk masa tanggap darurat selama 14 hari pertama mencapai 1.890 ton guna memenuhi kebutuhan 150.576 korban terdampak. Sebagai langkah antisipasi jika masa tanggap darurat diperpanjang hingga sepuluh kali Bulog telah mengalokasikan cadangan tambahan hingga 18.900 ton. Ini menunjukkan perencanaan matang untuk menghadapi berbagai skenario terburuk.








Tinggalkan komentar