55tv.co.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akhirnya mengungkap tabir di balik pergerakan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) pemerintah senilai ratusan triliun rupiah yang sempat menjadi sorotan publik. Kebijakan tarik ulur dana kas negara dari bank-bank Himbara ini, menurut Purbaya, bukanlah keputusan mendadak atau tanpa dasar, melainkan sebuah langkah strategis yang melibatkan diskusi mendalam antarlembaga.

Related Post
Di hadapan Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat, bendahara negara itu menjelaskan bahwa dinamika perpindahan dana tersebut merupakan hasil konsensus tiga pihak. Kementerian Keuangan tidak bergerak sendiri, melainkan berkoordinasi erat dengan Bank Indonesia (BI) dan DPR. Ini adalah bentuk ketaatan fiskal terhadap pembagian wewenang dengan otoritas moneter, memastikan kebijakan ekonomi berjalan selaras.

"Saya tidak tiba-tiba menarik uang. Keinginan saya adalah menambah sebanyak-banyaknya, namun saya bukan bank sentral. Ketika BI memberi sinyal agar tidak mencampuri kebijakan moneter, saya patuh. Mereka kemudian menyatakan akan mengganti dana yang kami kurangi," terang Purbaya dalam rapat kerja yang berlangsung baru-baru ini.
Purbaya dengan tegas membantah tudingan bahwa pemerintah tidak memiliki perhitungan cermat dalam mengelola instrumen keuangan negara. Ia menekankan bahwa setiap langkah yang diambil murni bertujuan untuk menyinkronkan arah kebijakan antarlembaga tinggi negara. "Ini bukan soal saya bermain-main atau maju mundur tanpa perhitungan. Ini tentang harmonisasi kebijakan dengan lembaga lain, termasuk DPR. Keputusan awal diambil di DPR, saya ikut. Setelah ada koreksi, saya juga mengikuti. Ke depan, kami akan lebih berhati-hati dalam mengelola dana ini," tambahnya.
Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa dampak berantai dari penarikan dana SAL pada awal tahun lalu ternyata memicu tantangan likuiditas yang cukup serius bagi sektor perbankan komersial. Pengalaman ini menjadi pelajaran berharga dalam menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.










Tinggalkan komentar