55tv.co.id – Proyek raksasa Gas Abadi Blok Masela dengan nilai investasi fantastis Rp390 triliun kini resmi bergulir membawa harapan baru bagi masyarakat Maluku. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menegaskan komitmen proyek ini untuk menyerap hingga 13 ribu tenaga kerja lokal khususnya di Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

Related Post
Bahlil merinci bahwa fase konstruksi pabrik pengolahan gas alam cair LNG akan membutuhkan sekitar 12 ribu pekerja. Setelah beroperasi penuh, proyek ini ditargetkan mampu merekrut hingga seribu warga setempat. Prioritas utama penyerapan tenaga kerja akan diberikan kepada masyarakat di wilayah terdekat atau ‘tier 1’ sebelum membuka kesempatan bagi pekerja dari luar daerah.

Tak hanya itu pemerintah juga telah menyiapkan program khusus bagi generasi muda Tanimbar dan Maluku Barat Daya. Mereka akan disekolahkan di akademi minyak dan gas terkemuka di Cepu Jawa Tengah. Lulusan dari program ini dipastikan akan menjadi bagian dari tenaga profesional yang menggerakkan Blok Masela.
Dampak ekonomi dari Blok Masela diprediksi akan sangat signifikan. Proyek ini diharapkan berkontribusi terhadap PDB nasional sebesar 137,8 miliar dolar Amerika Serikat. Sementara itu PDRB Provinsi Maluku diperkirakan meningkat 95 miliar dolar AS dan Kabupaten Kepulauan Tanimbar sebesar 92 miliar dolar AS. Peningkatan pendapatan rumah tangga secara nasional juga menjadi target yang ingin dicapai.
Bahlil juga menekankan bahwa Blok Masela bukan hanya tentang energi dan ekonomi tetapi juga transisi energi bersih. Pembangunan fasilitas Carbon Capture and Storage CCS akan memastikan emisi karbon dioksida dari proses produksi dapat ditangkap dan disimpan mengurangi dampak lingkungan secara signifikan.








Tinggalkan komentar