55tv.co.id – Ancaman serius membayangi distribusi bahan bakar minyak di berbagai penjuru Indonesia. Musim kemarau panjang yang diperkirakan melanda sejumlah wilayah berpotensi menciptakan krisis pasokan BBM, terutama di daerah yang sangat bergantung pada jalur transportasi sungai. Pertamina Patra Niaga kini diminta untuk bersiaga penuh menghadapi skenario terburuk agar kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi.

Related Post
Pengamat kebijakan energi Sofyano Zakaria menyoroti bahwa menyusutnya volume air sungai hingga pendangkalan bukanlah sekadar fenomena alam biasa. Kondisi ini bisa menjelma menjadi isu ketahanan energi nasional jika tidak ditangani dengan strategi matang. "Musim kemarau tidak boleh sampai memicu kelangkaan BBM," tegas Sofyano pada Selasa 28 Juli 2026. Ia menjelaskan bahwa banyak daerah pedalaman mengandalkan sungai sebagai arteri utama pengangkutan BBM. Saat debit air anjlok drastis, kapal tanker dan ponton tidak bisa beroperasi optimal, menyebabkan keterlambatan pengiriman dan berujung pada kekosongan stok di SPBU.

Beberapa kawasan yang paling rentan terdampak meliputi jalur Sungai Kapuas beserta anak-anak sungainya di Kalimantan Barat, melayani Sanggau Sintang Melawi hingga Kapuas Hulu. Begitu pula Sungai Mahakam di Kalimantan Timur yang menjadi nadi bagi Mahakam Ulu serta Sungai Barito di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. Sungai Kahayan Sungai Katingan dan Sungai Musi di Sumatera Selatan ditambah sejumlah sungai di pedalaman Papua juga masuk dalam daftar wilayah yang berpotensi mengalami hambatan distribusi jika kemarau berkepanjangan.
Menurut Sofyano kondisi ini memaksa kapal-kapal pengangkut untuk mengurangi muatan demi menghindari kandas akibat dangkalnya alur pelayaran. Bahkan pada titik terparah jalur pelayaran bisa lumpuh total. Konsekuensinya jelas waktu distribusi memanjang biaya logistik melonjak drastis dan risiko kelangkaan BBM di daerah-daerah terpencil semakin meningkat. Pertamina harus segera menyiapkan langkah antisipasi komprehensif untuk memastikan pasokan energi tetap aman.










Tinggalkan komentar