55tv.co.id – Kota Cimahi Jawa Barat kini berstatus siaga darurat kekeringan hingga akhir September 2026 sebuah keputusan yang diambil Wali Kota demi mengatasi krisis air bersih yang melanda. Menanggapi kondisi mendesak ini Kementerian Pekerjaan Umum bergerak cepat mendistribusikan pasokan air minum untuk warga terdampak.

Related Post
M Reva Sastrodiningrat Kepala Balai Penataan Bangunan Prasarana dan Kawasan BPBPK Jawa Barat menjelaskan bahwa penyaluran air bersih dilakukan secara berkala dua kali seminggu setiap hari Selasa dan Jumat. Bantuan ini menjangkau enam titik layanan yang tersebar di empat Rukun Warga. Setiap pengiriman mengerahkan lima unit mobil tangki air dengan kapasitas masing-masing 4000 liter. Ini berarti total 20000 liter air bersih disalurkan per distribusi atau sekitar 40000 liter setiap minggunya.

Kekeringan parah di wilayah tersebut dipicu oleh musim kemarau panjang yang tak kunjung usai mengakibatkan menipisnya cadangan air tanah dangkal. Selama ini sumber air tersebut menjadi tumpuan utama masyarakat. Ketergantungan warga pada sumur sangat tinggi mengingat jaringan pelayanan PDAM belum mampu menjangkau area-area yang paling terdampak.
Fokus utama penyaluran bantuan berada di Kelurahan Leuwigajah yang ditetapkan sebagai wilayah prioritas karena tingkat kekeringan ekstrem. Distribusi air dilakukan melalui tiga titik utama untuk melayani empat Rukun Warga di kelurahan tersebut memastikan bantuan sampai ke tangan mereka yang paling membutuhkan.










Tinggalkan komentar