55tv.co.id – Pejabat Sementara Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti mengungkapkan kekhawatiran seriusnya terhadap lonjakan inflasi pangan yang masih bertengger di atas lima persen. Situasi genting ini akan menjadi sorotan utama dalam pertemuan krusial Tim Pengendalian Inflasi Pusat TPIP bersama Presiden Prabowo Subianto yang dijadwalkan pada 5 Agustus 2026 mendatang.

Related Post
Destry menjelaskan bahwa tekanan inflasi pangan ini sebagian besar dipicu oleh kendala pasokan dan ketersediaan komoditas pangan yang masih minim. Ia mengapresiasi keberadaan TPIP dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah TPID yang akan segera berdialog langsung dengan Presiden untuk mencari solusi konkret. Pertemuan tersebut diharapkan menjadi forum strategis bagi pemerintah untuk menyajikan evaluasi kinerja serta rencana aksi strategis dalam menjaga stabilitas inflasi nasional.

Salah satu inisiatif yang terus digalakkan adalah Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan GNPIP. Program ini menjadi fondasi utama dalam menjaga stabilitas harga sekaligus membentengi ketahanan pangan nasional dari berbagai gejolak. Penguatan GNPIP dinilai esensial sebagai langkah antisipatif menghadapi kompleksitas tantangan yang kian meningkat seperti perubahan iklim ekstrem dan karakteristik komoditas pangan yang bersifat musiman.
Lebih lanjut Destry menekankan bahwa GNPIP dirancang untuk menjangkau langsung ke akar rumput di berbagai daerah. Melalui pendekatan ini pemerintah berupaya membantu masyarakat lokal dengan menerapkan metode pertanian cerdas seperti penanaman cabai dan komoditas strategis lainnya. Ini adalah upaya nyata untuk mengendalikan inflasi dari hulu ke hilir demi kesejahteraan masyarakat.










Tinggalkan komentar