IIF Untung Rp38 Miliar Bisnisnya Makin Melesat

IIF Untung Rp38 Miliar Bisnisnya Makin Melesat

55tv.co.id – PT Indonesia Infrastructure Finance IIF berhasil membukukan laba bersih Rp382 miliar pada paruh pertama 2026 sebuah pencapaian yang menarik di tengah ekspansi bisnis yang luar biasa. Perusahaan pembiayaan infrastruktur ini menunjukkan performa impresif dengan lonjakan komitmen pendanaan dan mandat konsultasi strategis yang jauh melampaui tahun sebelumnya.

COLLABMEDIANET

Sepanjang Januari hingga Juni 2026 IIF sukses mengamankan enam kesepakatan pendanaan dan investasi baru senilai total Rp25 triliun. Angka ini melesat tajam melampaui seluruh capaian tahun 2025 yang hanya Rp799 miliar. Komitmen anyar tersebut merambah berbagai sektor vital meliputi kesehatan pelabuhan telekomunikasi dan data serta energi terbarukan.

IIF Untung Rp38 Miliar Bisnisnya Makin Melesat
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Tak hanya itu dari sisi konsultasi strategis IIF juga mencetak sembilan mandat baru dengan nilai kontrak mencapai Rp190 miliar atau melonjak tiga kali lipat dari tahun 2025. Salah satu mandat utama adalah keterlibatan IIF dalam program Waste-to-Energy WTE atau Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik PSEL sebuah inisiatif krusial pemerintah untuk mempercepat pengelolaan sampah terpadu di perkotaan.

Meskipun demikian pemasukan operasional pada semester I-2026 tercatat Rp5427 miliar sedikit terkoreksi dari Rp6539 miliar pada periode yang sama tahun 2025. Koreksi ini utamanya dipicu oleh lebih rendahnya pendapatan bunga investasi menyusul adanya pelunasan pinjaman lebih awal oleh sejumlah nasabah pada kuartal pertama 2026. Keuntungan bersih juga terpengaruh oleh faktor serupa dan strategi pencadangan yang lebih hati-hati sehingga berada di angka Rp382 miliar dibandingkan Rp853 miliar tahun lalu.

Namun di sisi lain pemasukan non-bunga IIF justru tumbuh signifikan 548 persen secara tahunan mencapai Rp430 miliar. Kenaikan ini ditopang oleh kinerja bisnis pembiayaan investasi konsultasi dan treasury. Pendapatan bunga treasury juga menunjukkan pertumbuhan positif 175 persen secara tahunan.

Kondisi permodalan IIF tetap kokoh dengan Rasio Kecukupan Modal CAR mencapai 5679 persen jauh melampaui batas minimum yang ditetapkan regulator. Ini membuka peluang lebar bagi ekspansi bisnis pembiayaan dan investasi di masa mendatang. Mutu aset juga tetap prima dengan rasio cakupan kerugian pinjaman di atas 100 persen dan NPF bersih yang terkoreksi positif menjadi 349 persen dari sebelumnya 361 persen.

Hingga Juni 2026 total aset IIF mencapai Rp150 triliun tumbuh 46 persen secara tahunan. Aset produktif yang terdiri dari pinjaman dan surat berharga tercatat Rp134 triliun meningkat 49 persen secara tahunan. Peningkatan ini didukung oleh daya dukung pendanaan yang makin kokoh serta apresiasi global terhadap kinerja perusahaan.

Presiden Direktur & Chief Executive Officer IIF Rizki Pribadi Hasan menyatakan di tengah gejolak ekonomi dunia IIF terus memperlihatkan daya tahan melalui pertumbuhan portofolio peningkatan aktivitas pembiayaan dan konsultasi serta struktur pendanaan dan permodalan yang semakin kuat.

"Meskipun laba pada semester I lebih rendah kami yakin mampu terus mengembangkan usaha dan meningkatkan kinerja keuangan. Hal ini ditopang oleh modal yang solid peningkatan layanan penurunan biaya dana serta dukungan dan kolaborasi kuat dari para pemegang saham dan mitra bisnis" ujar Rizki di Jakarta Jumat 31 Juli 2026.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar